Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Okt 2021 10:41 WIB

TRAVEL NEWS

Galang Dana, Pemuda ini Solo Marathon 51 Km Kelilingi Candi Borobudur

Eko Susanto
detikTravel
William Sidharta, Lakukan Solo Marathon demi Galang Dana 20.000 Buku Cerita Relief Candi Borobudur
Foto: (Eko Susanto/detikcom)



Menurut William, lari dilakukan dengan memutari Candi Borobudur dilakukan sebanyak 30 kali putaran. Bahkan setelah dihitung dengan jam jaraknya lebih dari 50 km.

"Muter 30 kali, lebih dari 50, malah 51 km. (waktunya) 5 jam, 1 menit," kata William yang disambut dengan tepuk tangan.

William Sidharta, Lakukan Solo Marathon demi Galang Dana 20.000 Buku Cerita Relief Candi BorobudurWilliam Sidharta, Lakukan Solo Marathon demi Galang Dana 20.000 Buku Cerita Relief Candi Borobudur Foto: (Eko Susanto/detikcom)



Lari dengan penggalangan dana yang dilakukan di Candi Borobudur, katanya, merupakan event yang kedua. Adapun yang pertama dilakukan di Temanggung pada bulan Maret 2021, lalu.

"Event kedua (Borobudur), pertama di Temanggung, bulan Maret 2021. Ya (lari) selama aku masih hidup, aku harus ada berkah buat sesame," ujarnya.

Orangtua William Sidharta, Handaka Vijjanandra mengatakan, bukan sekadar lari, namun untuk penggalangan dana. Nantinya untuk penerbitan buku cerita relief Borobudur.

"Kenapa bikin cerita relief Borobudur karena sebetulnya yang paling istimewa dari Candi Borobudur adalah 1.460 untaian panel reliefnya. Inilah suatu rekor dunia tersendiri yang tidak ada di tempat atau monumen Buddhis lainnya di seluruh dunia di berbagai negara Buddhis. Itu yang membuat Candi Borobudur istimewa," katanya.

"Tapi sayang sekali cerita relief ini tidak terkenal di lingkungan sini atau di Indonesia apalagi di dunia. Kami dari Ehipassiko Foundation berusaha menulis menerbitkan buku cerita relief Borobudur dalam bentuk cergam, komik, album foto dan sebagainya," tuturnya.

"Buku ini kami bagikan tentu kepada partner kita yaitu TWC, BKB, juga pramuwisata, juga para pegiat wisata lainnya, seniman, pelukis, penari karena bisa untuk menginspirasi untuk bisa bikin koreografi, bikin lukisan, untuk mendongengkan panel demi panel kepada para wisatawan," ujar dia.

Alasan dipilihnya Candi Borobudur untuk lari penggalangan dana, kata dia, Borobudur merupakan candi kebajikan terbesar di Indonesia. Selain itu, Candi Borobudur menjadi ikon pariwisata di Indonesia.

"Ya karena Borobudur merupakan suatu candi kebajikan terbesar di Indonesia, ikon utama pariwisata di Indonesia, mahkota pariwisata Indonesia. Saya rasa adalah Borobudur. Bentuk Borobudur sendiri kalau dilihat dari atas seperti mandala," tuturnya.

Sementara itu, Marketing & Service Director PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Hetty Herawati mengatakan, TWC ada beberapa program bersama salah satunya capacity building atau pembinaan pramuwisata di seputar Borobudur.

"Sebetulnya cerita-cerita relief ini, kita harapkan menjadi sebuah inspirasi untuk orang yang datang yang berusaha memahami apa itu, Borobudur," katanya.

"Sebetulnya hari ini ada acara charity run. Yang menarik pertama kali dilakukan solo marathon 50 km dan 50 km ini didapatkan dari melakukan pradaksina, mengelilingi Candi Borobudur dalam 30 putaran. Ini pertama kali dan yang menarik juga di saat yang sama melakukan donasi," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Wajib Pakai Sandal Upanat untuk Pengunjung yang Naik ke Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]

(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA