Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Nov 2021 16:01 WIB

TRAVEL NEWS

Kronologi Kebakaran Pulau Rinca, Belum Ada Tanda-tanda Disebabkan Manusia

bonauli
detikTravel
Kebakaran Pulau Rinca
Kebakaran Pulau Rinca (A Junaedi/Istimewa)

A Junaidi T Kleden kemudian memimpin kelompok 2 untuk melakukan pemadaman ke arah bagian selatan sampai dengan timur Loh Serai. Kelompok 2 akhirnya berhasil memadamkan beberapa titik api di bagian timur sekitar pukul 05.30 WITA dan menerima bantuan tenaga tambahan dari kelompok 1 yang tiba tidak lama sebelumnya.

Berdasarkan penuturan dari Rijal bahwa kebakaran savana di Loh Serai hampir sepenuhnya berhasil dipadamkan pada pukul 07:15 WITA, namun tim masih mendeteksi adanya titik-titik api pada Loh Serai bagian barat.

Mempertimbangkan dinamika situasi dan kondisi kebakaran savana, seluruh tim masih siaga memantau perkembangan kejadian dan beristirahat sejenak di Resort Padar Utara. Tim jagawana Balai Taman Nasional Komodo kloter ketiga yang dipimpin oleh Julizar Riduan (Plt. Kepala SPTN Wilayah I) dan Gatot Kuncoro Edi (Kepala SPTN Wilayah II) segera berangkat menyusul dari Labuan Bajo untuk mengantarkan logistik tambahan pada tanggal 3 November 2021 pukul 08.00 WITa.

Tim masih terus mengkaji penyebab kebakaran savana di Loh Serai dan akan memperkirakan luas wilayah terbakar menggunakan bantuan unmanned aerial vehicle (UAV) serta digitalisasi peta untuk memperoleh data yang lebih akurat. Ekosistem savana merupakan salah satu ekosistem yang sangat rentan terhadap bencana kebakaran hutan.

Kebakaran hutan dapat diartikan sebagai dua sisi koin berbeda di mana kebakaran yang tidak terkendali dapat mengganggu kelestarian lingkungan, sementara kebakaran terkendali justru akan mempercepat proses suksesi alami vegetasi tumbuhan bawah pada ekosistem savana yang akan membuat lahan kian subur.

Tugas terpenting para jagawana Balai Taman Nasional Komodo adalah memastikan agar kebakaran tidak mencapai ekosistem hutan gugur terbuka karena memerlukan waktu regenerasi hutan yang lebih lama dan berdampak besar pada keberlangsungan hidup satwa liar.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA