Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Nov 2021 17:42 WIB

TRAVEL NEWS

Batasi Waktu Kunjung Malioboro 2 Jam, Pemkot Siapkan Aplikasi Sugeng Rawuh

Heri Susanto
detikTravel
Yogyakarta masih PPKM Level 4, namun wisatawan telah memadati kawasan Malioboro. Begini potretnya.
Wisatawan di Malioboro. Foto: PIUS ERLANGGA
Yogyakarta -

Kunjungan wisatawan saat akhir pekan sejak PPKM Level 2 membeludak. Sebagai antisipasi terjadi kerumunan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan aplikasi Sugeng Rawuh yang tersedia di app store maupun play store.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, langkah tersebut ditempuh, seusai melaksanakan evaluasi keramaian selama weekend silam. Ia pun berharap, dengan membatasi waktu kunjung pelancong, beban yang harus ditanggung Malioboro pun dapat berkurang.

"Sabtu dan Minggu kemarin (wisatawan yang datang) cukup besar. Jadi, kita akan terapkan berbagai macam ketentuan, termasuk aplikasi yang mengatur dua jam waktu kunjung Malioboro, dan tiga jam parkir. Kemungkinan mulainya weekend ini," ungkapnya, Rabu (3/11/21).

Sebenarnya, lanjut Heroe, Pemkot Yogyakarta telah menerjunkan tim untuk melakukan penguatan, terhadap pengawasan pengunjung di Malioboro. Walau begitu, ia mengakui, karena antusiasme wisatawan yang begitu tingginya, kerumunan pun sulit dipecahkan.

"Harus diakui, Sabtu dan Minggu kemarin sangat besar pengunjung di Malioboro. Maka perlu upaya-upaya lain, ya, agar kondusifitas kesehatan ini bisa tetap terjaga, seiring pertumbuhan ekonomi penduduk," ujarnya.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut menyampaikan, pihaknya harus mengembangkan aplikasi sendiri, lantaran Malioboro sampai sejauh ini tak kunjung memperoleh QR Code PeduliLindungi. Padahal, animo wisatawan sudah tidak dapat terbendung.

"Lagipula, PeduliLindungi tidak bisa membatasi waktu kunjungan dua jam, dan tiga jam parkir. Kita sebenarnya, memakai aplikasi 'Sugeng Rawuh' di Malioboro itu untuk mengatur pembatasan waktu," kata Heroe.

Lebih lanjut, dijelaskannya, 'Sugeng Rawuh' yang sempat diupayakan bisa diakses lewat Jogja Smart Service (JSS), ternyata urung terealisasi. Sehingga, 'Sugeng Rawuh' sampai saat ini masih jadi aplikasi sendiri.

"Kemarin di Malioboro sebenarnya pengunjung di setiap zonanya sudah kita batasi. Tapi, karena ada perubahan, ya, terkait pengelolaan, sehingga aplikasi 'Sugeng Rawuh' itu yang bakal dipakai," jelasnya.



Simak Video "PKL Malioboro Tolak Relokasi: Kita Siap Ditata Tanpa Dipindah"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA