Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Nov 2021 07:35 WIB

TRAVEL NEWS

Kafe Ganja Amsterdam Rindu (Uang) Turis Asing

Femi Diah
detikTravel
Belanda turut memberlakukan kebijakan lockdown guna cegah penyebaran Corona. Warga pun antre beli ganja agar tetap bisa rileks selama masa isolasi virus Corona.
Ilustrasi kafe ganja di Amsterdam (AP Photo/Peter Dejong)
Amsterdam -

Pariwisata Amsterdam mulai pulih dari dampak pandemi secara perlahan. Namun, pengelola kafe ganja was-was dengan potensi rintangan baru, larangan turis asing.

Dikutip detikTravel dari DW, Kamis (11/11/2021), kekhawatiran itu muncul sebagai imbas dari rencana Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, yang menggembar-gemborkan wacana untuk melarang turis asing memasuki tempat-tempat yang menyuguhkan ganja. Selama ini, Amserdam memang memiliki lokasi khusus untuk menikmati ganja, termasuk buat turis asing.

Larangan Wali Kota Halsema itu sebagai solusi untuk mengurangi jumlah turis asing yang memadati jalan-jalan kota dan sampai mengganggu keseharian warga lokal.

Eh setelah rencana itu diumumkan, kota-kota yang bertumpu kepada wisata, termasuk Amsterdam, kolaps karena pandemi COVID-19. Dalam tahun-tahun sebelum pandemi, Amsterdam bisa menggaet sekitar 20 juta wisatawan asing setiap tahunnya. Kini, kendati lockdown telah dicabut, jumlah turis asing tetap jauh dari angka tersebut.

Berkaca tidak adanya pendapatan dari turis asing selama wabah, pemilik kafe ganja di Amsterdam pun mulai menghitung untung rugi situasi serupa andai larangan turis asing benar-benar diterapkan. Mereka juga menilai aturan itu memiliki celah untuk bikin turis asing mengonsumsi ganja secara ilegal di tempat sembarangan.

Eve Mcguire, salah satu karyawan di Coffeeshop Reefer, mengatakan tanpa kafe kehilangan sebagian besar pendapatan.

"Saya pikir mereka dapat mengubah aturan dan bukan budaya. Amsterdam akan memiliki reputasi ini selamanya," kata Mcguire.

"Ketika mereka menutup kedai kopi karena pandemi virus Corona, ada pengedar narkoba di setiap sudut jalan," dia menambahkan.

Mcguire yakin aturan itu tidak bakal disahkan. Selain karena alasan pendapatan kota, penegak hukum bakal kesulitan memilah warga lokal dan turis asing ataupun pekerja asing yang ada di Amsterdam. Sebab, jumlah penduduk non-UNI Eropa di Amsterdam sangat banyak.

"Aturan itu mengada-ada. Pemerintah tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," kata MCguire.

"Orang-orang harus menunjukkan tempat tinggal, tetapi Anda tidak perlu tempat tinggal untuk bekerja di sini jika Anda berada di Uni Eropa," kata Mcguire.

Tetapi, di sisi lain dengan tidak memperhitungkan cuan, sejatinya Mcguire lebih senang Amsterdam sepi turis. Dia bilang suasana selama pandemi lebih damai buat warga lokal seperti dirinya.

"Senang enggak ada orang asing keluar masuk kota ini dalam tujuh hari dan terus-terusan selama 24 jam," kata dia.



Simak Video "Murah Meriah Perlengkapan Kamar Mandi Daur Ulang Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA