Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Nov 2021 10:08 WIB

TRAVEL NEWS

Sempat Disebut dari Malaysia oleh Adidas, Ini Asal Usul Wayang Kulit

Jakarta -

Adidas sempat salah menyebut wayang kulit, yang menjadi desain di salah satu produknya, berasal dari Malaysia dan sudah meminta maaf. Padahal sudah jelas-jelas wayang kulit asal-usulnya dari Indonesia.

Adidas, lewat Instagram story-nya, menyampaikan permohonan maaf.

"Terima kasih telah menghubungi kami. Sementara wayang kulit adalah bagian penting dari warisan budaya Malaysia, kita seharusnya menyebut asal-usulnya dari Indonesia di posting-an kami," tulis Adidas.

"Kami dengan tulus meminta maaf atas pelanggaran yang tidak disengaja yang mungkin telah dilakukan, dan sekarang telah mengubah posting-an kami," imbuhnya.

Mengutip jurnal Sejarah Perkembangan dan Perubahan Fungsi Wayang dalam Masyarakat oleh Fatkur Rohman Nur Awalin di situs Kemendikbud, wayang sudah ada sejak 1500 SM.

Wayang di zaman tersebut difungsikan sebagai medium untuk mendatangkan arwah leluhur. Kepercayaan terhadap arwah leluhur berkorelasi dengan sistem kepercayaan masyarakat Jawa zaman prasejarah, di mana masyarakat pada zaman tersebut melakukan ritual penyembahan kepada arwah leluhur atau
nenek-moyang atau kepercayaan kepada hyang, selanjutnya dinamakan pergelaran wayang

Wayang pada masa itu digunakan sebagai media pemujaan kepada arwah leluhur, dengan sebutan hyang atau dahyang. Apabila berkomunikasi dengan roh-roh itu masyarakat Jawa memerlukan bantuan seorang syaman. Proses ini merupakan cikal bakal dari sejarah wayang yang berasal dari kata hyang, kemudian disebut wayang dan syaman adalah dalang.

Kemudian masuknya kebudayaan Hindu ke Jawa mempengaruhi kisah pewayangan yang disampaikan dalang. Pertunjukan wayang yang semula menceritakan mitos nenek moyang berganti ke epos Mahabharata dan Ramayana karena ada kesamaan, yaitu memuja dewa-dewa. Orang Jawa mengadopsi dewa dan pahlawan India dan mencampurnya dengan mitos kuno tentang asal-usul dan kepahlawanan nenek moyang, maka terjadi akulturasi Hindu ke Jawa dan proses Jawanisasi budaya Hindu.

Wayang kulit sendiri diketahui keberadaannya dari dulu berkat temuan-temuan pada prasasti-prasasti. Wayang dari bentuknya yang sederhana kemudian menjadi bentuk yang sekarang ini telah mengalami perkembangan menyesuaikan zamannya dan adanya evolusi.

(ddn/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA