Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Nov 2021 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Mata Air Gua Cirengganis dan 3 Ekor Biawak di Pangandaran

Faizal Amiruddin
detikTravel
Pangandaran -

Berwisata di Kabupaten Pangandaran tidak melulu seputar laut dan pantai. Tak jauh dari pantai Pangandaran terdapat kawasan hutan lebat yang menjadi habitat beragam flora dan fauna.

Kawasan itu adalah taman wisata dan cagar alam Pananjung Pangandaran. Lokasinya berada di ujung semenanjung pantai Pangandaran, cukup dekat diakses dari pantai timur maupun pantai barat Pangandaran.

Taman wisata dan cagar alam Pananjung Pangandaran memiliki banyak pilihan destinasi untuk dijelajahi. Entah itu pantai pasir putih atau bermacam-macam gua yang dapat dijelajahi. Salah satu yang terkenal adalah gua Cirengganis.

Gua ini tidak dapat dimasuki atau dijelajahi, karena di dalamnya terdapat sumber mata air yang menggenangi lebih dari separuh ketinggian gua. Banyak warga yang menyebutnya sumur Cirengganis, ketimbang menyebut gua. Tapi ada pula yang menyebutnya gua Rengganis.

Biawak di sekitar gua Cirengganis Cagar alam Pangandaran menambah daya tarik.Biawak di sekitar gua Cirengganis Cagar alam Pangandaran menambah daya tarik. Foto: (Faizal Amiruddin/detikcom)

Gua Cirengganis memiliki mitos yang kuat yang dipercaya oleh banyak kalangan masyarakat. Konon cuci muka atau mandi di sumber air ini bisa membuat awet muda. Banyak yang percaya bahkan sampai melakukan ritual di tempat itu, namun tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai mitos semata.

Namun demikian terlepas dari mitos tentang khasiat air Cirengganis itu, belakangan ada atraksi lain yang memperkaya daya tarik wisata gua Cirengganis. Yaitu kehadiran beberapa ekor biawak yang berkeliaran di sekitar gua. Biawak itu relatif jinak atau paling tidak sudah tidak takut oleh kehadiran manusia.

"Ada banyak biawak, tapi yang paling sering main ke sini ada 3 ekor," kata Pidin 'Kumis', kuncen atau penunggu gua Cirengganis. Pidin bahkan sudah memiliki nama untuk ketiga biawak itu. "Ada Si Geboy itu yang paling besar, yang ukuran sedang namanya si Ladak dan yang kecil di Liwar," ujara Pidin.

Binatang reptil itu menjadi teman Pidin saat gua Cirengganis sepi wisatawan. Sebelum bekerja, Pidin sengaja memunguti ikan-ikan kecil yang tercecer di pantai, di pelangan ikan atau di dekat perahu nelayan. Kemudian diberikan ke tiga biawak itu.

"Mereka kan sukanya makan bangkai, jadi sebelum ke sini kalau di pantai ada bangkai ikan atau apa pun saya pungut bawa lalu dikasihkan ke biawak ini," kata Pidin.

Biawak di sekitar gua Cirengganis Cagar alam Pangandaran menambah daya tarik.Biawak di sekitar gua Cirengganis Cagar alam Pangandaran menambah daya tarik. Foto: (Faizal Amiruddin/detikcom)

Hal itu kemudian membuat biawak yang semula liar berubah jadi sedikit jinak. Mereka jadi tak terlalu takut jika bertemu manusia. "Ya jarak satu atau dua meter, mereka masih diam. Tidak kabur," kata Pidin. Dia juga menambahkan biawak jarang menyerang manusia dengan gigitan, namun yang harus diwaspadai adalah bantingan atau pukulan dari ekornya.

Sejumlah wisatawan yang datang juga tampak antusias mengamati biawak tersebut, meski sebagian lainnya ada yang ketakutan dengan tampang sangat biawak. biawak juga kerap membuat kaget, karena sering berkamuflase di antara bebatuan.

(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA