Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 30 Nov 2021 16:38 WIB

TRAVEL NEWS

Afsel Di-lockdown Sesama Negara Afrika: Luka Mendalam Seperti Dikhianati

Femi Diah
detikTravel
Aerial drone point of view towards the famous Cape Town Districts and Beaches of Camps Bay, Camps Bay Beach, Clifton and Signal Hill Mountain under beautiful summer cloudscape. Camps Bay (in the center) is a famous suburb of the city of Cape Town with famous Camps Bay Beach, white sandy beaches right underneath the Table Mountain. Clifton - Signal Hill -Camps Bay, Cape Town, South Africa, Africa
Penampakan udara Cape Town, salah satu kota ikonik di Afsel. (Getty Images/Mlenny)
Jakarta -

Afrika Selatan terpukul betul dengan dampak virus Corona varian Omicron. Luka makin mendalam dengan langkah sesama negara Afrika menutup perbatasan.

Virus Corona varian Omicron tengah diwaspadai ekstra oleh dunia. WHO menyebut varian Omicron sebagai varian virus Corona yang sangat berbeda dengan jumlah mutasi yang tinggi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dan mungkin terkait dengan potensi lolos dari kekebalan yang terbentuk dan penularan yang lebih tinggi.

Virus yang pertama kali dilaporkan dari Afrika Selatan itu membuat negara-negara di Eropa, Asia, dan Australia menutup pintu bagi Afsel dan sejumlah negara Afrika bagian selatan lainnya.

Indonesia juga tidak mengeluarkan bisa kunjungan bagi traveler dari Afrika Selatan dan 11 negara lain. Yakni, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Malawi, Angola, Zambia, Eswatini, dan Hong Kong.

Tetapi rupanya, bukan hanya negara Eropa, Asia, dan Australia yang menutup gerbang buat Afsel. Sejumlah negara Afrika juga tidak menerima traveler dari Afsel. Di antaranya, Angola, Mauritius, Rwanda dan Seychelles.

"Sangat disesalkan, sangat disayangkan, dan saya bahkan akan mengatakan ini sebuah luka yang mendalam adanya pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh sesama negara Afrika," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Afsel Clayson Monyela seperti dikutip The Guardian.

Apalagi, kata Monyela, sebagian negara Afrika yang menutup perbatasan itu adalah negara yang menerima sumbangan vaksin Covid-19 belum lama ini.

"Ketika sesama negara Afrika melakukan itu, terutama dengan sebagian besar negara-negara ini adalah penerima manfaat..., itu tidak masuk akal, seperti dikhianati," kata Monyela pada konferensi pers online yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Afsel.

Monyela mengatakan kementeriannya mendesak negara-negara di Afrika untuk mencabut keputusan itu.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA