Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Des 2021 20:09 WIB

TRAVEL NEWS

Pariwisata Indonesia 2022 Diprediksi Cerah!

Staycation
Ilustrasi staycation (Foto: Instagram/dialoogbanyuwangi)
Jakarta -

Pariwisata Indonesia diprediksi cerah pada tahun depan, di 2022. Beragam upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak lain dinilai akan membuahkan hasil.

Prediksi itu dibeberkan dalam diskusi Bobobox Market Outlook Outdoor Travel Experience di Jakarta. CEO Indra Gunawan, mengatakan sektor pariwisata Indonesia kini sudah mulai bangkit dan pihaknya melihat peluang dalam kondisi tersebut.

"Saat ini, dikarenakan adanya pembatasan perjalanan mancanegara, masyarakat Indonesia sedang berada pada fase menikmati destinasi dalam negeri, terutama destinasi outdoor di alam terbuka," kata dia dalam rilis resmi, Rabu (1/12/2021).

"Pengalaman autentik dengan suguhan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal merupakan hal yang dicari oleh para wisatawan saat ini," dia menambahkan.

"Bobobox melalui BoboCabin mencoba membawa authentic-localized-experience dari destinasi-destinasi wisata Indonesia kepada para wisatawan dalam negeri dan mancanegara nantinya. Kami juga optimis dengan pemulihan pariwisata Indonesia di 2022," kata dia lagi

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemeparekraf, Henky Manurung, mengatakan akhir-akhir ini terjadi tren positif liburan aman. Di mana orang-orang akan sangat patuh dengan imbauan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) serta penyedia akomodasi yang juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat melalui CHSE.

"Hal ini merupakan sinyal positif akan bangkitnya gairah pariwisata di Indonesia di tahun mendatang. Kami juga mengimbau, walau situasi telah membaik, kita tidak boleh lengah, tetaplah patuh terhadap peraturan sehingga kita dapat kembali berwisata dengan aman dan nyaman," kata dia.

Usaha pemerintah untuk memulihkan kondisi pariwisata Indonesia dari keterpurukan perlahan-lahan membawakan hasil. Pasalnya, kondisi industri pariwisata Indonesia, baik dari sisi okupansi hotel maupun jumlah pengunjung destinasi wisata dikabarkan mulai menunjukkan pergerakan positif.

Namun, perlu dipahami bahwa pandemi turut mengubah kebiasaan masyarakat dalam berlibur dan menginap. Tren bepergian baik di dalam, maupun luar negeri pun berubah menjadi yang lebih aman sesuai dengan kondisi saat ini.

Katanya, masyarakat mulai menggunakan istilah 'staycation' dan 'work from hotel' sebagai ungkapan berlibur di hotel dan bekerja dari hotel di dalam kota di mana seseorang tinggal.

Selain itu, tren digital nomad juga semakin berkembang di masa pandemi ini. Para digital nomad ternyata juga memberi kesempatan untuk bekerja sambil liburan, misalnya bekerja sambil menikmati pantai, gunung, dan keindahan alam di setiap destinasi yang dikunjungi untuk bekerja.

Menutup diskusi, Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia PHRI, Alexander Nayoan, menyampaikan outdoor experience ini akan menjadi primadona bagi milenial dan perlu dikembangkan lebih lanjut lagi.

"Dalam hal ini, peran PHRI adalah mempromosikan Prokes 3M kepada pengusaha akomodasi, mengimbau penggunaan aplikasi Peduli Lindungi kepada wisatawan, serta memberi masukan-masukan kepada pemerintah sehingga ke depannya dapat memajukan sektor pariwisata khususnya outdoor travel experience," kata dia.

Sementara itu, menurut data Badan Pusat Statistik, secara kumulatif (Januari-Agustus 2021), jumlah kunjungan wisata mancanegara mencapai 1,06 juta kunjungan atau turun sebesar 69,17 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 3,44 juta kunjungan.



Simak Video "3 Kota di Indonesia yang Banyak Dikunjungi Dalam 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA