Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 05 Des 2021 17:20 WIB

TRAVEL NEWS

Noken Papua di Era Digital: Sudah Saatnya Dijual di E-commerce, Setuju?

Hari Suroto
detikTravel
Penjual noken di sekitar Graha Eme Neme Youware, Mimika.
Foto: Mama Papua berjualan noken (Femi Diah/detikcom)
Jayapura -

Setiap tahunnya, tanggal 4 Desember selalu diperingati sebagai hari noken. Di era digital seperti sekarang, sudah saatnya noken dijual di e-commerce.

Pada 4 Desember 2012, noken ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO di Paris. Pada PON XX 2021 Papua, noken menjadi oleh-oleh yang paling dicari oleh atlet, ofisial, maupun wisatawan PON. Noken mudah dijumpai di sepanjang jalan depan Stadion Lukas Enembe atau venue lainnya.

Noken-noken ini dijual oleh mama-mama Papua di lapak-lapak sederhana atau dijual dengan cara lesehan di trotoar. Noken dijual dengan harga bervariasi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Seusai PON XX Papua, cara jualan mama-mama Papua tetap sama, berjualan di tepi jalan dengan lapak sederhana, noken digantung begitu saja.

Sudah delapan tahun, Noken diakui sebagai warisan UNESCO, sudah saatnya noken Papua masuk dalam era 4.0 atau cyber physical system. Pada era ini, noken tidak perlu dijual di lapak sederhana tepi jalan, tetapi noken dapat dipromosikan melalui platform digital atau e-commerce agar proses pemasarannya lebih masif.

Selain promosi secara digital, juga dalam transaksi penjualan sudah saatnya beralih pada pembayaran digital. Pembayaran digital memberikan kemudahan serta keamanan bagi penggunanya dalam melakukan transaksi, pembayaran dapat dilakukan melalui fasilitas e-banking.

Hingga saat ini e-commerce memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah untuk digunakan serta nyaman dibandingkan dengan cara lain.

Belajar dari Papua Nugini, tas tradisional yang serupa dengan noken di sana disebut dengan istilah bilum. Bilum di Papua Nugini (PNG) sudah go internasional, menjadi komoditas ekspor ke negara-negara Pasifik selatan.

Hal ini karena dididukung oleh pemerintah PNG, dengan pelatihan pada para pengrajin, promosi dan bekerjasama dengan desainer kelas dunia, hal ini yang menjadikan bilum PNG berkelas.

Berjualan noken di lapak sederhana tepi jalan atau lesehan di trotoar sangat beresiko. Untuk itu di era 4.0, pemasaran noken dapat melibatkan generasi milenial Papua yang melek internet. Generasi milenial dan influencer Papua perlu memberikan pendampingan pada mama-mama penjual noken.

Selain itu, para pemilik platform e-commerce memberikan peluang dan dukungan untuk penjualan noken secara digital. Dukungan juga dapat dilakukan oleh BUMN melalui CSR, dengan memberikan ruang digital dan fasilitas untuk mama-mama Papua.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "25 Ribu Noken Papua Disiapkan Jadi Suvenir PON XX"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA