Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Des 2021 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Konservasi Gas Pol, Panda dan Satwa Langka Lain di China Beranak-pinak

Femi Diah
detikTravel
Panda
Ilustrasi panda (Getty Images/JohanSjolander)
Sichuan -

China memanen keseriusan konservasi di kawasan Pingwu, Sichuan Utara utara. Panda dan hewan langka lainnya hidup tenteram hingga beranak-pinak.

Selama musim panas lalu, sejumlah macan tutul salju berhasil diabadikan oleh lima kamera inframerah berbeda di wilayah Pingwu, Provinsi Sichuan. Macan tutul itu ditemukan di ketinggian 4.200 mdpl.

Pejabat tinggi komuikasi World Wildlife Fund (WWF) Yang Yi menyebut rekaman foto itu menjadi bukti bahwa penyebaran macan tutul di area pegunungan di China barat daya telah meluas ke timur.

Selama ini, Pingwu di Sichuan utara lebih dikenal sebagai habitat bagi sejumlah besar panda raksasa liar. Survei panda raksasa pada 2015 menunjukkan terdapat 1.864 ekor panda raksasa liar di China, 335 ekor di antaranya ada di Pingwu.

Lebih dari setengah luas area darat di Pingwu dimasukkan ke dalam Taman Nasional Panda Raksasa. Rencananya, luas areanya mencapai 22.000 kilometer persegi, melintasi provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu. Sekitar 87 persen area Taman Nasional Panda Raksasa berada di Provinsi Sichuan.

Wilayah ini merupakan satu dari lima taman nasional yang ditetapkan China pada Oktober. Kawasan itu sudah empat tahun menjalani percobaan.

Bukan sekadar stempel untuk menjadikan Pingwu sebagai taman nasional. Tetapi, pemerintah China serius melakukan konservasi. Mulai dengan menutup tambang, memulihkan vegetasi, hingga melarang perburuan ilegal.

Sejauh ini, hasilnya menjanjikan. Upaya perlindungan di taman nasional tersebut tidak hanya membuat panda raksasa liar menjadi spesies yang tidak lagi terancam punah, tetapi juga mengubah kawasan itu menjadi tempat perlindungan bagi spesies langka lainnya.

Di daerah itu, lebih dari 8.000 spesies hewan dan tumbuhan hidup berdampingan, seperti panda merah dan monyet emas berhidung pesek, menjadikannya salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terbanyak di Bumi.

Pengelola taman nasional memanfaatkan kamera inframerah, satelit, drone, serta jagawana untuk membentuk sistem perlindungan terintegrasi.

Ribuan jagawana bekerja sepanjang tahun di lebih dari 900 rute patroli. Dalam empat tahun terakhir, mereka mencatat sekitar 1.600 pertemuan dengan hewan langka.

"Di wilayah Pingwu saja, lebih dari 4.100 spesies tumbuhan dan 1.900 spesies hewan telah mendapatkan manfaat dari upaya perlindungan panda raksasa," kata Kepala Biro Kehutanan dan Padang Rumput Provinsi Sichuan, Jiang Shiwei, dikutip dari Antara.

Sebagai contoh, jumlah takin (Budorcas taxicolor), spesies kijang-kambing langka yang berada di bawah perlindungan teratas di China, naik sekitar 10 persen dalam satu dasawarsa terakhir di wilayah tersebut," kata Jiang.

"Perlindungan panda-panda raksasa ini bermanfaat bagi ekosistem secara keseluruhan. Selain menyediakan produk bagi manusia, sebuah ekosistem juga memiliki fungsi pendukung, pembersihan, dan fungsi-fungsi lainnya yang vital bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan," kata Zhang Qian, staf kantor perlindungan satwa liar yang berada di bawah naungan Biro Kehutanan dan Padang Rumput Provinsi Sichuan.

Simak juga video 'Cara Bayi Panda Dibesarkan di Pusat Penelitian China':

[Gambas:Video 20detik]



(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA