Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Des 2021 11:13 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Ganggu Penumpang, Delegasi G20 Terbang ke Bali Pakai Jalur Khusus

Antara
detikTravel
Sebanyak 25 orang delegasi KTT G20 tahap pertama tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pihak bandara memberikan fasilitas alur khusus. (Dok Bandara I Gusti Ngurah Rai)
Sebanyak 25 orang delegasi KTT G20 tahap pertama tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pihak bandara memberikan fasilitas alur khusus. (Dok Bandara I Gusti Ngurah Rai)
Jakarta -

Pemerintah memastikan delegasi asing yang akan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 menggunakan jalur penerbangan khusus yang terpisah dan tidak mengganggu penumpang sipil.

"Kami sepakati penerbangan internasional kita akan menggunakan jalur khusus yang terpisah dengan penumpang umum, sehingga dalam prosesnya protokol kesehatan terkendali," kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Andreas Dipi Patria dalam diskusi bertajuk "Menjaga Wajah Bangsa di G20" secara daring, dilansir detikTravel dari Antara, Selasa (14/12/2021).

Tidak hanya jalur khusus, Andreas menuturkan kalau Pemerintah akan membuat hospitality desk di bandara khusus untuk melayani pemeriksaan masuk sebagaimana dilakukan terhadap kedatangan penerbangan luar negeri.

Sebanyak 25 orang delegasi KTT G20 tahap pertama tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pihak bandara memberikan fasilitas alur khusus. (Dok Bandara I Gusti Ngurah Rai)Sebanyak 25 orang delegasi KTT G20 tahap pertama tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pihak bandara memberikan fasilitas alur khusus. (Dok Bandara I Gusti Ngurah Rai)

"Misal titik-titik pengendalian di bandara itu kan cukup panjang, seperti custom, imigrasi, kesehatan pelabuhan, maka ini juga kami akan buat di satu venue tertentu, sehingga pelayanan dilakukan di satu tempat dan terkontrol. Ini kita pisahkan delegasi G20 dengan penumpang umum sehingga tidak mengganggu penumpang umum," katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pengaturan penerbangan guna memastikan rangkaian kegiatan KTT G20 berjalan lancar. Hal itu juga perlu dipastikan lantaran acara sampingan KTT G20 rencananya juga akan digelar di hampir 20 kota besar di Indonesia.

"Kami sudah berkoordinasi ketat dengan Kemenhub untuk memastikan prosedur datang dan berangkat terkontrol dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Andreas mengatakan beberapa delegasi asing kemungkinan besar juga akan menggunakan pesawat pribadi. Oleh karena itu, pemerintah pun telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatur lalu lintas udara dengan mempertimbangkan seluruh jadwal dan lokasi penyelenggaraan acara.

"Tentu nanti akan dibantu teman-teman oleh AirNav terkait rute dan jadwal penerbangan akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan mengganggu penerbangan sipil selama kegiatan berlangsung," katanya.

Segala persiapan tersebut, menurut Andreas, menunjukkan keseriusan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik bagi semua peserta dan delegasi KTT G20. "Dengan demikian, hal ini akan mampu memberi keyakinan bagi mereka tidak lagi ada keraguan akses titik-titik yang ditempatkan sebagai venue acara," ujarnya.



Simak Video "Indonesia Bawa 5 Misi Kesehatan di G20"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA