Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Des 2021 14:40 WIB

TRAVEL NEWS

Good Bye Warung Apung Rawa Jombor-Klaten, Kini Hanya Tinggal Nama

Achmad Syauqi
detikTravel
Warung apung di kawasan Rawa Jombor
Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Dulu namanya tersohor sebagai salah satu ikon Klaten. Tapi kini wujudnya telah hilang, yang tinggal hanya papan nama.

Warung apung di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah puluhan tahun telah menjadi ikon wisata. Namun kini warung apung tinggal kenangan karena sudah dibersihkan tidak tersisa.

"Warung apung nol, tidak akan ada lagi meskipun itu ikon sejak lama. Sudah bersih," ungkap pemilik warung apung, Sutomo pada detikcom Selasa (14/12/2021) siang.

Sutomo mengatakan proyek revitalisasi Rawa Jombor sudah berjalan. Semua warung dibersihkan dan pedagang dipindah.

"Rencananya kita mau dipindahkan ke plaza selatan rawa. Tapi belum jelas kapan karena masih pembersihan," jelas Sutomo.

Warung apung di kawasan Rawa JomborWarung apung di kawasan Rawa Jombor Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Menurut Sutomo, dengan demikian tidak ada lagi warung apung. Sedangkan untuk pemancingan juga belum pasti.

"Untuk pemancingan katanya dipindahkan ke Utara dekat makam. Tapi teman- teman 50 persen masih keberatan, luasnya untuk pemancingan hanya 1,5 hektare," imbuh Sutomo yang ketua paguyuban perahu tradisional.

Ketua paguyuban pemancingan rawa, Sugeng Jendro mengatakan warung apung adalah ikon sejak 2002. Tetapi dengan dipindahkan ke plaza otomatis hilang.

"Jadi saat ini tidak ada lagi warung apung, nantinya dipindahkan ke plaza jadi semacam food court. Bukan lagi warung apung di tengah rawa," papar Sugeng.

Untuk pemancingan, sebut Sugeng, masih diijinkan tetapi hanya diberikan lahan sekitar 1,5 hektare. Itu saja nantinya hanya murni pemancingan.

"Nanti ya cuma pemancingan, tidak ada warung. Luasnya 1,5 hektare, dibatasi maksimal 750 meter, padahal dulu ada yang sampai 2.000 meter," kata Sugeng.

Detikcom yang mengunjungi rawa melihat tidak ada lagi warung apung di tengah rawa. Rawa sudah bersih dan pemandangan di selatan terlihat jelas.

Papan nama, tempat parkir, dan pos jaga warung masih berdiri sisanya. Sedangkan perabotan warung apung, tali, bambu, dan jaring masih dikumpulkan di tepi rawa.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Sri Nugroho mengatakan warung apung akan dipindahkan usahanya ke plaza. Plaza di sisi selatan.

"Dipindahkan ke plaza di selatan rawa. Plaza dibangun oleh Disbudpar provinsi dan balai besar sungai wilayah Bengawan solo," jelas Nugroho pada detikcom.

Sebelumnya diberitakan, ekskavator dikerahkan ke Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Alat berat tersebut terlihat membongkar karamba ikan di kawasan seluas 179 hektare tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi, tiga alat berat berupa ekskavator sudah beroperasi di rawa. Mesin keruk itu mulanya diangkut kapal tongkang berpelampung ke tengah rawa.

Alat berat itu tampak menyingkirkan karamba, kemudian patok-patok bambu karamba itu dibawa ke tepi. Operasional ekskavator itu turut dikawal personel TNI (25/10/2021).



Simak Video "Viral Mobil Jip Halangi Ambulans di Klaten, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA