Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Des 2021 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Dialah Porter yang Juga Pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung Semeru

Kasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung Semeru
Kasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung Semeru (Foto: Aminisme/d'Traveler)
Jakarta -

Soe Hok Gie, seorang aktivis yang juga pendaki dan meninggal akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru, Jawa Timur pada 16 Desember 1969. Di sisi lain, ini dia pengevakuasinya dari puncak Mahameru.

Dihimpun detikTravel, tak banyak yang tahu, porter yang waktu itu bersama So Hok Gie dan ikut mengevakuasi jenazahnya. Adalah Pak Kasimin, akrab disapa Haji Amin namanya.

Sekira Mei 2013, d'Traveler dan kawan-kawan berkesempatan mengunjungi rumahnya akhir Maret lalu di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Saat itu, Haji Amin sudah berusia 91 tahun.

Haji Amin adalah satu-satunya pendiri Desa Ranupani yang masih hidup. Saat mendirikan desa ini, Indonesia masih dijajah oleh Belanda.

"Kala itu Desa Ranupani masih sangat sederhana. Belum ada aliran listrik, belum ada posko SAR, dan bangunan untuk pendaki hanya berupa gubuk beratap daun," tutur Haji Amin kala itu.

Kasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung SemeruDalam rumah Pak Kasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung Semeru (Foto: Aminisme/d'Traveler)

Soe Hok Gie meninggal di Gunung Semeru bersama seorang teman yaitu Idhan Lubis. Keduanya meninggal dunia tak jauh dari Puncak Mahameru karena keracunan gas.

Haji Amin adalah salah satu penduduk desa yang membantu proses evakuasi kedua jenazah.

"Waktu itu saya masih muda. Saya bisa turun naik Puncak Mahameru tiga kali sehari," ujarnya bersemangat.

Garis-garis tua di wajahnya tidak menyurutkan semangat untuk menceritakannya kepada kami.

Kasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung SemeruKasimin, porter dan pengevakuasi Soe Hok Gie di Gunung Semeru (Foto: Aminisme/d'Traveler)

Jalur menuju Puncak Mahameru saat itu jauh lebih sulit ditempuh. Hutan Gunung Semeru masih lebat dan jalur pendakian hanya berupa jalan setapak yang penuh semak-semak.

Haji Amin mengangkat jenazah Soe Hok Gie sampai bawah bergantian dengan warga lainnya. Di salah satu dinding rumahnya, terpampang piagam penghargaan yang diberikan oleh salah satu komunitas untuk mengenang jasa Haji Amin.

Rasanya luar biasa bertemu dengan pendiri Desa Ranupani sekaligus tim SAR yang mengangkut jenazah aktivis Soe Hok Gie. Di usia yang renta itu, Haji Amin masih terlihat sehat.

Nada suaranya menyiratkan semangat, hampir setara dengan kami yang sumringah mendengar ceritanya.

Di dapur yang dilengkapi tungku pemanas itu, kami bercengkerama. Haji Amin ditemani cucunya yaitu Nurul, dan cicitnya yang masih berusia 9 tahun.

Mereka begitu ramah dan menyambut kami dengan sangat baik. Di rumah Haji Amin, kami mendapat cerita pendakian Gunung Semeru dari sisi lain.

Simak juga 'PVMBG Minta Warga Tak Beraktivitas di Sungai Besuk Kobokan Sejauh 13 Km':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Dituntut 7 Bulan Bui, Penendang Sesajen di Semeru Minta Keringanan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA