Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Des 2021 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Deretan Maskapai yang Pakai Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi Emirates
Foto: (dok. Emirates)
Jakarta -

Kesadaran akan ancaman emisi karbon di dunia penerbangan membuat maskapai harus memutar otak demi keselamatan lingkungan. Mereka pun mulai berinisiatif menggunakan bahan bakar ramah lingkungan atau yang berkelanjutan untuk pesawat demi mengurangi, bahkan bebas emisi karbon di masa depan.

Menjelang akhir tahun, sejumlah maskapai pun mengumumkan komitmen mereka akan mengurangi emisi karbon di udara. Maskapai-maskapai itu akan mengganti bahan bakar pesawat mereka dan menggunakan bahan bakar yang lebih ramah atau rendah karbon.

Dirangkum detikTravel Minggu (19/12/2021) berikut maskapai yang telah menggunakan 'sustainable aviation fuel' (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan dengan memakai biofuel atau bahan bakar minyak nabati.

1. United Airlines

United Airlines membuat sejarah dengan melakukan penerbangan dengan bahan bakar ramah lingkungan mulai 1 Desember. Penerbangan ini dilakukan dari Bandara Internasional O'Hare Chicago ke Bandara Nasional Reagan Washington.

Adapun pesawat yang terbang yaitu Boeing 737 MAX 8 dan membawa 100 penumpang. Dari penerbangan demonstrasi ini pesawat menghabiskan sekitar 500 galon bahan bakar 'sustainable aviation fuel' (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Bahan bakar SAF yang dipakai maskapai ini menggunakan campuran lemak, minyak goreng dan gemuk, yang diproduksi oleh perusahaan World Energy. World Energy adalah pemasok SAF pertama di Amerika Utara dari fasilitas Paramount, California.

2. Emirates

Emirates dan GE Aviation telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan program untuk Boeing 777- 300ER milik Emirates dengan mesin GE90, yang akan melakukan uji terbang dengan menggunakan 100% Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) pada akhir tahun 2022.

Saat ini, SAF yang diakui untuk digunakan adalah campuran bahan bakar Jet A atau Jet A-1 berbasis minyak bumi dan komponen SAF dengan batas campuran maksimum 50%. Salah satu ahli bahan bakar di GE memimpin satuan tugas internasional untuk mengembangkan spesifikasi standar industri untuk mendukung penerapan 100% SAF dan tidak memerlukan campuran dengan bahan bakar jet konvensional.

Kolaborasi ini penting untuk Emirates dan GE Aviation karena uji terbang dengan 100% SAF diharapkan dapat menunjukkan bagaimana pesawat komersial berbadan lebar yang menggunakan bahan bakar jet yang dibuat dari sumber alternatif. Hingga dapat menurunkan siklus hidup emisi CO2 dibandingkan dengan bahan bakar berbasis minyak bumi tanpa masalah operasional.

3. British Airlines

Di bulan Desember, British Airways mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan dengan kilang di Inggris untuk membeli bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Bahan bakar ini dengan intensitas karbon yang lebih rendah yang dapat diproduksi dari bahan baku terbarukan, termasuk limbah dari minyak nabati, lemak, dan gemuk.

Dalam kesepakatan itu, maskapai British Airlines menjadi maskapai pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang diproduksi dalam skala komersial di Inggris. Tambahnya lagi, tujuan mereka adalah untuk mencapai karbon nol bersih pada tahun 2050 dan terciptanya bahan bakar zaman baru bersama dengan penyeimbangan karbon.



Simak Video "Jokowi Bakal Tanya Pembiayaan Netral Karbon di KTT Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA