Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Des 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Curhat Pengusaha Rental Mobil Harus Jatuh Bangun saat Pandemi

Putu Intan
detikTravel
Bandara Kulon Progo
Terminal Keberangkatan Bandara Kulon Progo. Foto: Putu Intan/detikcom
Yogyakarta -

Pandemi COVID-19 memang menampar keras industri pariwisata. Salah satu yang terdampak adalah pengusaha rental mobil yang biasanya mengantar wisatawan liburan.

detikcom dalam kunjungan ke Yogyakarta bersama Traveloka beberapa waktu lalu sempat berbincang bersama pelaku usaha rental mobil dari Kanigara Trans Yogyakarta dan Diody Transport. Dalam obrolan itu, diketahui bahwa usaha rental mobil juga sempat mati suri di masa pandemi ini.

"Saat pandemi melanda, Jogja lumpuh total. Bandara tutup, penerbangan juga sedikit," kata Head of Operational Kanigara Trans Agus Ardian.

Kanigara sendiri tak hanya menyewakan mobil tetapi juga menjalankan usaha antar jemput bandara. Ketika penerbangan dibatasi, otomatis tak ada pemasukan dari antar jemput tersebut.

"Hampir 1,5 tahun, sehari cuma melayani 1-2 kali perjalanan. Luar biasa saat itu," kenangnya.

Hal serupa juga diceritakan Head of Operational sekaligus pemilik Diody Transport, Dimas. Mereka sempat tak menjalankan rental mobil selama 6 bulan.

"Dari 2019 akhir lalu masuk ke 2020, itu bookingan yang posisinya masih banyak harus refund total. Sempat posisinya mati suri selama 6 bulan. Tidak ada pergerakan satu persen pun," ujar Dimas.

Kala itu, Dimas sampai harus mengalah menyewakan mobil dengan harga murah dan memberikan 100 persen profit rental mobil pada sopir. Ini karena kondisi para sopir yang tak mendapatkan penghasilan selama berbulan-bulan.

"Komitmen saya membantu driver karena ada beberapa driver yang tidak ada pemasukan dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Kami berikan profit 100 persen ke driver. Di situ driver merasa dimanusiakan dan alhamdulillah semua berjalan baik tetapi secara kualitas tetap dijaga," ia memaparkan.

Kondisi suram itu mulai menemukan titik terang ketika perjalanan mulai dilonggarkan dan vaksinasi dilakukan. Selain itu, karena keduanya bergabung dengan Traveloka, mereka mulai mendapatkan pesanan melalui aplikasi.

"Alhamdulillah setelah masa pandemi terjadi peningkatan luar biasa. Kami merasa terbantu dengan Traveloka karena banyak yang pesan di aplikasi dan pemesan merasa puas karena ketepatan waktu dan pelayanan kami selama 24 jam," kata Agus.

Dimas juga menuturkan selama bekerjasama dengan Traveloka sejak 2018, rental mobilnya selalu dipantau. Apabila kurang aktif akan dibantu, salah satunya juga dengan menyediakan vaksin untuk para sopir.

"Traveloka korporasi yang besar dan untuk diakses dan dipesan sangat mudah. Pemesanan lewat Traveloka sangat dominan sehingga saya merasa terbantu sekali. Saya juga kaget dari Traveloka sangat intensif memonitor pergerakan mitra-mitranya," ujar Dimas.

Setelah melewati masa-masa sulit, usaha rental mobil mulai bangkit. Kenaikan mulai dari 50-80 persen dirasakan Kanigara Trans dan Diody Transport.

"Permintaan customer sangat tinggi ya. Salah satunya karena kemudahan melalui pay later kartu kredit (melalui Traveloka). Kenaikannya bisa 50 persen lebih," kata Dimas.

"Selama pandemi order kadang cuma 2-3, tapi setelah vaksin dan Jogja dibuka, peningkatan luar biasa sampai 80 persen lebih. Kadang-kadang kita sampai kewalahan untuk menangani. Peningkatan luar biasa," ujar Agus.



Simak Video "Keraton Yogyakarta, Keluhuran Budaya yang Syarat Kisah Sejarah Indonesia, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA