Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Des 2021 16:59 WIB

TRAVEL NEWS

Jatuhnya Boeing 737-500 Sriwijaya Air-Bali Sepi Bikin Turis Kaget

Tim detikcom
detikTravel
Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).
Tabur bunga untuk korban pesawat Sriwijaya Air. Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kaleidoskop 2021 di bulan Januari tentang penyebab jatuhnya pesawat SJ-182 Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu. Pertengahan tahun 2020 lalu, otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) telah memberi peringatan keras akan masalah yang bisa menimpanya.

Dikutip detikTravel pada 9 Januari 2021 dari Reuters, otoritas penerbangan AS, FAA mengeluarkan arahan darurat. Ini dikhususkan pada 2.000 pesawat Boeing 737 yang diparkir karena pandemi.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Jumat (24/7), mengeluarkan arahan kelaikan udara darurat untuk 2.000 pesawat Boeing 737 NG dan Classic yang terdaftar di AS.

Pesawat Boeing 737 NG meliputi seri 600, 700, 800, dan 900. Sedang Boeing 737 Klasik meliputi seri 300, 400, 500 dan jenis ini masih banyak dipakai maskapai Indonesia, termasuk Sriwijaya Air.

FAA memperingatkan kemungkinan korosi pada pesawat yang diparkir. Kerusakan ini dapat menyebabkan kegagalan pada mesin ganda.

Para pengawas menemukan air check valve rusak saat mengeluarkan pesawat dari penyimpanan. Temuan ini menyusul empat laporan terbaru dari terhentinya mesin tunggal pada pesawat yang telah lama diparkir.

FAA pun memerintahkan agar pesawat Boeing 737 tidak dioperasikan dahulu jika diparkir sudah selama tujuh hari atau lebih.

Alaska Airlines mengatakan bahwa salah satu pesawatnya kemungkinan masuk dalam salah satu dari empat insiden. Mereka mencatat masalah mesin tiba-tiba mati baru-baru ini.

"Keamanan penerbangan tidak terganggu," begitulah keterangan Alaska Airlines dalam sebuah pernyataan. Maskapai juga menambahkan bahwa sekarang sedang memeriksa air check valve sebelum menerbangkan kembali pesawatnya.

Jika maskapai penerbangan menemukan korosi, mereka harus mengganti katup sebelum menerbangkan pesawat lagi, kata FAA.

Pada hari yang sama, Boeing mengatakan bahwa pihaknya telah menyarankan operator untuk memeriksa pesawat. Pabrikan juga mengatakan bila pesawat yang disimpan atau jarang digunakan karena permintaan yang lebih rendah selama pandemi COVID-19, katup yang dimaksud bisa lebih rentan terkena korosi.

Maskapai global memarkir ribuan pesawat karena pandemi virus Corona, tetapi beberapa telah mulai terbang lagi karena permintaan meningkat. Mungkin, kejadian ini juga menimpa Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air.

FAA mengatakan bahwa arahannya adalah untuk mengatasi korosi air check valve untuk kedua mesin. Badan tersebut mengatakan masalah itu dapat mengakibatkan matinya kompresor dan kehilangan daya mesin ganda (dual-engine power loss) tanpa kemampuan untuk memulai kembali.

Boeing mengatakan akan memberikan informasi pemeriksaan dan penggantian kepada pemilik armada jika mereka menemukan masalah.

Kini, nasi sudah menjadi bubur. Pesawat B737-500 SJY 182 milik Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Yang harus diwanti-wanti adalah maskapai Indonesia juga banyak mengoperasikan seri B737. Garuda Indonesia yang memiliki total 73 pesawat B737-800G.

Lion Air punya total 43 pesawat B737-800 dan 78 pesawat B737-900. Sriwijaya Air memiliki 6 pesawat B737-500, 16 pesawat B737-800, dan 2 pesawat B737-900.

Berikut peristiwa penting detikTravel di bulan Januari 2021:

5. Turis Kaget Lihat Kondisi Bali, Pedagang Sampai Memohon Beli Barang

6. Viral! Ada Penjual Kopi Seksi Dekat Spot Mancing Favorit Bali



Simak Video "Biden Berikan Bantuan Militer Senilai 800 Juta Dolar ke Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA