Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Jan 2022 10:04 WIB

TRAVEL NEWS

Punya Postur Jangkung, Penumpang Dapat Upgrade ke Kelas 1

Syanti Mustika
detikTravel
Business man traveling and wearing a facemask on the plane while using his laptop– COVID-19 pandemic lifestyle concepts
Ilustrasi ( Getty Images/andresr)
Washington -

Karena memiliki tinggi lebih dibandingkan penumpang pada umumnya, pria ini terpaksa harus memilih bangku arah pintu keluar supaya lututnya bisa duduk dengan nyaman. Namun pada penerbangan kali ini dia kehabisan bangku dan dia terlalu besar untuk duduk di bangku kelas ekonomi biasa.

Diberitakan Fox News, Rabu (5/1/2022) Bea Brown, pria yang yang melakukan perjalanan dari North Carolina ke Georgia harus pasrah saat dia tidak muat di bangku pesawatnya karena tingginya lebih dari 2,2 meter. Namun maskapai mencoba mencari jalan keluar demi kenyamanan penumpang.

Tingginya yang luar biasa ini membuat dia harus beralih penerbangan. Maskapai pun meminta maaf karena di pesawat sebelumnya 'terlalu kecil' untuk Brown.

"Bepergian selalu merupakan perjuangan besar bagi saya dan terbang bisa sangat tidak nyaman," ujarnya.

"Ketika saya naik pesawat, saya telah memesan kursi baris pintu keluar yang biasanya cukup untuk saya. Tetapi pada kesempatan ini, saya masih terlalu tinggi untuk muat. Lutut saya menyentuh kursi di depan saya, dan saya terjepit di dalamnya, tidak bisa duduk atau bangun." kata Brown kepada SWNS.

Ketika dia memberi tahu awak pesawat, dia mengatakan mereka sangat merespons dengan baik. Kemudian dia pun diberi tahu bahwa harus berganti penerbangan dan dia akan naik ke kelas satu.

"Penerbangan hanya 40 menit, tapi itu 40 menit yang sangat nyaman dibandingkan dengan apa yang biasa saya lalui. Ketika saya terbang ke Los Angeles tahun lalu mereka tidak dapat meningkatkan bangku saya, dan lutut saya harus keluar di lorong sepanjang waktu. Kaki saya ditabrak oleh pramugari dan gerobak mereka dan orang-orang mengeluh tentang saya yang gelisah dan mengetuk kursi mereka. Itu adalah kekacauan." cerita Brown.

Brown pun mengatakan bahwa setiap bepergian dia selalu merasa frustrasi, tapi dia tidak menyesali keadaannya yang tinggi. karena memang seluruh keluarganya tinggi dan memberikan dukungan kepadanya. Namun tetap saja, dia harus berjuang menghadapi masalah 'orang terlalu tinggi'.



Simak Video "Perubahan Perilaku pada Penumpang Pesawat Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA