Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Jan 2022 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Kehabisan Hotel Saat Nonton Moto GP Mandalika, Pengamat Usulkan HORA

Tim detikcom
detikTravel
Pembangunan 398 Homestay di Kawasan Mandalika Sudah Rampung
Foto: Homestay di Lombok (ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am)
Jakarta -

Ajang MotoGP Mandalika 2022 jadi magnet wisatawan. Banyak kamar hotel habis dipesan. Buat yang enggak kebagian, pengamat pariwisata mengusulkan HORA. Apa itu?

Menparekraf Sandiaga Uno melaporkan, bahwa menjelang digelarnya ajang MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022, kamar-kamar hotel di kota Mataram nyaris penuh dipesan wisatawan.

"Menurut Asosiasi Hotel Mataram, per tanggal 3 Januari 2021, kamar hotel di Mataram sudah terpesan 90 persen untuk keperluan akomodasi MotoGP 2022," kata Sandiaga di hadapan media, Senin (10/1/2021).

Untuk mengatasi kekurangan pasokan kamar hotel bagi wisatawan, pengamat pariwisata Taufan Rahmadi mengusulkan konsep hmestay Berbasis Rumah Masyarakat atau disingkat HORA.

"Solusi akomodasi kamar kebutuhan menyambut MotoGP, pakai konsep homestay Berbasis Rumah Masyarakat (HORA)," ujar Taufan dalam keterangannya kepada detikTravel, Rabu (12/1/2022).

Menurut Taufan, potensi keuntungan bagi pemilik homestay sangat besar. Dia pun menjabarkan hitung-hitungannya.

Jika masing-masing desa di Lombok Barat 119 desa, Lombok Tengah 127 Desa dan Lombok Timur 239 desa yang total jumlahnya 485 desa diberi kuota 100 kamar per desa. Maka total jumlah kamar menjadi 48.500 kamar homestay Berbasis Rumah Rakyat," kata dia.

"Jika 1 wisatawan menginap minimal 2 malam dengan rate kamar Rp 200.000 per malam, maka total menjadi Rp 400.000 per wisatawan. Total Revenue dari kamar saja minimal Rp 400.000 x 48.500 kamar = 19.400.000.000 atau

Itu baru pendapatan dari kamar saja, belum bicara soal wisata kuliner, transportasi, oleh-oleh, hingga paket tour yang dijual oleh para pelaku parekraf di sana.

Untuk cara mengumpulkan HORA, Taufan mengusulkan kerja sama dengan pemerintah desa hingga Online Travel Agent (OTA).

"Cara kumpulin HORA, kerja sama dengan pemdes, ajak OTA (Traveloka, Booking.com dll) jadikan data banking untuk kemudian memasarkan ini semua di sistem mereka," Taufan menambahkan.

"Semoga pariwisata untuk rakyat bisa terwujud segera, amin," kata dia.



Simak Video "Respons Sandiaga Uno Soal MotoGP Terancam Batal"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA