Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Jan 2022 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Kapal Pesiar yang Terombang-ambing Corona, Sekarang 'Diserang' Omicron

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi MSC
Ilustrasi kapal pesiar (iStock)
Jakarta -

Industri pelayaran semakin terombang-ambing di lautan. Beberapa perusahaan pesiar pun batal untuk berlayar karena varian Omicron.

Tahun lalu, angin segar sempat berembus untuk industri pelayaran karena ada lampu hijau untuk beraktivitas lagi. Namun yang terjadi, beberapa belakangan muncullah varian baru virus Covid-19, Omicron.

Diberitakan Fox News, Kamis (13/1/2021) pada sidang Senat pada hari Selasa, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dr. Rochelle Walensky mengatakan kapal pesiar mengalami peningkatan kasus Covid-19 mencapai 30 kali lipat selama dua minggu terakhir.

Selama dua minggu pertama bulan Desember, 162 kasus dilaporkan di kapal. Dua minggu berikutnya, karena varian Omicron yang sangat menular, kapal AS melaporkan sekitar 5.000 kasus ke CDC.

Data CDC juga menunjukkan bahwa setiap kapal pesiar yang membawa penumpang di perairan AS kini terkena COVID-19. Jumlahnya ada 91 kapal.

Pada 30 Desember, CDC menaikkan pemberitahuan kesehatan perjalanan untuk perjalanan kapal pesiar ke level 4, peringatan kesehatan tertinggi. Anjuran ini mencakup semua penumpang, terlepas dari status vaksinasi.


Batal berlayar

Adapun kabar terbaru, dua jalur pelayaran utama yaitu Norwegian dan Royal Caribbean mengumumkan pembatalan minggu lalu. Tetapi sebagian besar armada mereka masih berlayar meskipun ada peringatan CDC.

Brian Salerno dari Cruise Line International Association, kelompok perdagangan industri mengatakan bahwa mengingat semua tindakan perlindungan di tempat, kapal pesiar dapat menjadi salah satu pengalaman teraman saat ini.

"Industri kami telah berusaha keras untuk mempromosikan vaksinasi. Banyak kapal pesiar dijual atas dasar itu. Awak kapal sepenuhnya divaksinasi dan diuji secara rutin. Penumpang harus menunjukkan tes COVID negatif untuk naik, jadi membingungkan bagi kami bahwa pelancong yang divaksinasi dan tidak divaksinasi termasuk dalam imbauan," kata Salerno.

Salerno juga mengklaim bahwa industri pelayaran memiliki salah satu metode pelaporan COVID-19 yang paling transparan di AS. Setiap hari, kapal diwajibkan untuk mengajukan laporan kepada CDC tentang kondisi kesehatannya di atas kapal.

"Kami benar-benar berdiri sendiri dalam pelaporan kami. Ada sorotan besar pada kami yang tidak ada pada moda transportasi lain," kata Salerno.

Bahkan dengan peningkatan kasus, Salerno tidak mengantisipasi CDC akan menutup kapal pesiar lagi. Pada awal pandemi, CDC mengeluarkan 'No Sail Order' menghentikan industri senilai USD 55 miliar.

Sekarang, banyak bisnis yang masih belum pulih, termasuk restoran dan toko yang mengandalkan lalu lintas pejalan kaki di pelabuhan. Mereka sangat berharap walau ada Omicron, mereka dipercayai bisa melalui prokes kesehatan yang kett hingga mereka tidak perlu lagi tutup seperti awal pandemi.



Simak Video "9 Penumpang Terkait Klaster Omicron, Kapal Pesiar Hong Kong Dilockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA