Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jan 2022 21:05 WIB

TRAVEL NEWS

'Ngutang Bensin' Rp 17 M, Kapal Pesiar Mewah Disuruh Minggir ke Daratan

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi MSC
Ilustrasi (iStock)
Miami -

Sebuah kapal pesiar dari Bahama dialihkan pelayarannya karena kapal belum membayar uang bakar. Padahal mereka sedang membawa ratusan penumpang di dalamnya.

Mengutip Fox News, Selasa (25/1/2022) kapal pesiar dari Miami tujuan Bahama dilaporkan setelah mereka menghindari surat perintah pembayaran bahan bakar senilai USD 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar).

Kapal pesiar mewah, Crystal Symphony dijadwalkan berlabuh di Miami pada Sabtu setelah dua minggu singgah di Karibia. Tetapi kemudian dialihkan ke Bahama dengan sekitar 300 penumpang dan 400 awaknya setelah pengadilan AS mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Kapal tersebut dioperasikan oleh Genting Hong Kong Ltd yang mengalami kesulitan keuangan sejak pandemi mempengaruhi perjalanan. Peninsula Petroleum Far East mengajukan gugatan di AS untuk memulihkan USD 4,6 juta dalam biaya yang belum dibayar untuk bahan bakar tiga kapal berbeda yang dimiliki oleh Genting, termasuk USD 1,2 juta dari Crystal Symphony.

Karena permasalahan ini pelayaran pun ditangguhkan hingga April. Tentu saja kabar ini membuat para penumpang berebut untuk menjadwalkan ulang pelayaran mereka yang tertunda di Bahama. Namun syukurnya tidak ada kepanikan berarti atau amukan yang terjadi karena kabar ini.

Pihak kapal pesiar pun memberikan suara terkait dihentikannya pelayaran ini.

"Ini adalah keputusan yang sangat sulit tetapi keputusan yang bijaksana mengingat lingkungan bisnis saat ini dan perkembangan terakhir dengan perusahaan induk kami, Genting Hong Kong," kata Jack Anderson, Presiden Crystal.

Genting Hong Kong pada hari Rabu lalu mengajukan ke Mahkamah Agung Bermuda untuk menunjuk likuidator sementara setelah menggunakan segala cara untuk bernegosiasi dengan kreditur. Perusahaan melaporkan pada bulan Mei 2020 bahwa mereka kehilangan USD 1,7 miliar karena pandemi dan penguncian (lockdown) terus mempengaruhi industri perjalanan.

Kapal pesiar dikabarkan merapat di Bimini menjelang tengah malam waktu setempat pada Sabtu. Penumpang pun akan dipindahkan ke Fort Lauderdale dari Bahama.



Simak Video "Anti Mainstream! Lamborghini Siapkan Pesiar Rp 50 M untuk Para Sultan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA