Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 03 Feb 2022 20:25 WIB

TRAVEL NEWS

Pro Kontra Museum Holocaust oleh Komunitas Yahudi di Minahasa

CNN Indonesia
detikTravel
Museum Holocaust Yahudi di Tondano, Minahasa, Sulut menuai penolakan dari berbagai pihak. Wagub Sulut, Steven Kandouw meresponsnya dengan mengatakan bahwa Sulut menjunjung tinggi toleransi.
Ilustrasi Museum Holocaust di Minahasa (dok 20detik)
Minahasa -

Museum Holocaust yang dibangun oleh komunitas Yahudi di Minahasa, Sulawesi Utara menuai polemik dari berbagai kalangan. Museum itu diresmikan bertepatan dengan peringatan hari Holocaust internasional pada 27 Januari 2022 lalu.

Salah satu pihak yang menentang keras terhadap pembangunan Museum itu datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim meminta agar pembangunan Museum Holocaust itu dihentikan. Ia menilai pembangunan museum itu melukai segenap masyarakat Palestina.

"Pembangunan museum itu harus dihentikan. Saya mohon Pemda bersama dengan masyarakat di sana, MUI dan ormas dan kekuatan civil society harus bangun sensitivitas juga. Karena ini melukai masyarakat Palestina," kata Sudarnoto kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/2).

Kendati menolak, Sudarnoto mengaku tak setuju dengan tindakan holocaust yang dilakukan Nazi. Baginya, tindakan genosida dipastikan dilarang oleh semua agama.

"Kemanusiaannya oke. Semua agama apapun kejahatan holocaust itu kejahatan luar biasa dan bertentangan dengan agama," kata Sudarnoto.

Namun, ia mengatakan bahwa Museum Holocaust tak pas bila dibangun di Indonesia. Sebab, Indonesia sudah memiliki sikap untuk membela bangsa Palestina sampai saat ini.

Ia menilai pembangunan museum ini kemungkinan akan jadi momentum bagi para pemain politik di tingkat global atau di Israel. Hal ini bertujuan untuk makin dekatkan keinginannya meyakinkan Indonesia buka hubungan diplomatik Israel.

Sudarnoto juga berpendapat Museum itu lebih tepat dibangun di negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Bukan di Indonesia.

"Tak cocok di Indonesia. Di Singapura cocok untuk peringatan itu. Kita tahu bahwa hubungan diplomatik Singapura kuat. Ini tak ada relevansinya dengan sejarah di Indonesia," kata dia.

Penolakan juga datang dari Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Muhyiddin Junaidi. Muhyiddin meminta agar Kementerian Luar Negeri RI memanggil Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lapel terkait kehadirannya dalam peresmian museum dan pameran Holocaust di Sulawesi Utara.

Ina Lapel sempat menghadiri peresmian Museum Holocaust itu pada 27 Januari 2022 lalu. Lapel menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap kejadian yang dapat menjadi pelajaran universal tersebut.

"Kemenlu seyogyanya memanggil Dubes Jerman untuk Indonesia guna mendapatkan klarifikasi lengkap sehubungan kehadirannya pada pembukaan Museum tersebut," kata Muhyiddin, Rabu (2/2).

Selanjutnya: Komentar dari pihak yang kontra

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Wujud Museum Holocaust Yahudi yang Ditentang Berbagai Pihak"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA