Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Feb 2022 19:26 WIB

TRAVEL NEWS

Sandi Sindir Tarif Hotel Lombok Saat MotoGP Mandalika, PHRI: Cek Dulu

Kawasa Mandalika dari udara.
Foto: (Wisnu/20detik)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno meminta hotel di Lombok untuk tidak menyembunyikan kamar dan menaikkan harga menjelang perhelatan MotoGP Mandalika. Dirinya mendapat kabar adanya kenaikan harga kamar hingga Rp 8 juta.

Wasekjen Persatuan Hotel dan Retoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, menuturkan banyak aspek yang membuat harga naik pada hotel. Bisa karena high season atau travel agent yang menentukan harga.

"Kita kan melihat memang kita tidak memungkiri terjadi kenaikan harga tapi kenaikan harga itu paling tinggi itu tadi saya bilang kalau mereka nerapin surcharge segala macem paling cuma dua kali lipat dari harga itu," kata Maulana.

"Nah, itu umum karena dia dinamik, tapi harga itu juga belum tentu yang naikin pihak hotel karena kan ada mitranya hotel travel agent, travel agent bisa menjual lebih mahal lagi, nah makanya saya bilang lebih bagus dicek dulu maksudnya ngumpetin nih apa?" dia menambahkan.

Maulana meminta untuk dilakukan cek terlebih dahulu, pihak manakah yang memang menaikkan harga. Sebab, pihak yang menjual kamar bukanlah dari hotel saja.

"Tolong dicek dulu dong, semua apa apa hotel nya langsung yang kena kan tanya langsung dengan hotelnya dia memasang tarif atau yang memasang tarif siapa? pihak ketiga atau gimana? tanya dulu," tuturnya.

Maulana mengungkapkan tak memungkiri adanya kenaikan tarif hotel di Lombok saat MotoGP Mandalika, tapi dia yakin peningkatan harga itu tidak sampai 'gila-gilaan'. Jika kenaikan harga Rp 8 juta di homestay itu kelewatan, namun hotel bintang lima masih mungkin menarifkan harga tersebut.

"Kita bukan menolak untuk menuduh hotel, kan saya sampaikan tidak dipungkiri ada kenaikan harga di kala high season tapi seberapa besar dicek dulu karena pemain di hotel bukan si pihak hotel sendiri," kata Maulana.

"Jadi bisa aja kamar itu udah dibeli oleh pihak ketiga nah misal pihak ketiga membeli 30 kamar 30 kamarnya kita nggak bisa jual kalau mau beli ya beli dari situ mungkin dia buatin satu paket atau dia beli berdasarkan voucher hotel. Nah, coba dicek dulu yang mana nih? Jangan buru buru menuduh hotelnya," Maulana menambahkan.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA