Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Mar 2022 15:04 WIB

TRAVEL NEWS

Mengapa Masker Tetap Digunakan saat Naik Pesawat Meski Tak Ada Larangan?

Side view with focus on background of mature Caucasian mother and teenage daughter wearing protective masks as they travel by airplane in time of COVID-19.
Wajib masker di pesawat (Foto: Getty Images/xavierarnau)
Jakarta -

Sudah hampir dua tahun kita diwajibkan memakai masker dan tidak boleh masuk pesawat jika melanggarnya. Meski demikian, penggunaannya masih dirasa perlu dan berguna.

Di sisi lain, melansir Time, Senin (7/3/2022), selama berbulan-bulan, eksekutif maskapai telah mempertanyakan perlunya mandat masker dalam penerbangan. Alasannya adalah sistem penyaringan udara di pesawat cukup efektif untuk menghilangkan hampir semua patogen di udara.

Sebuah studi tahun 2020 yang dilakukan untuk Departemen Pertahanan AS-dan dilakukan oleh para peneliti dari Boeing dan United Airlines, antara lain-menemukan bahwa sistem ventilasi dan filtrasi pesawat mengurangi risiko paparan SARS-CoV-2 di udara hingga lebih dari 99%.

Tetapi penelitian ini tidak memperhitungkan cara penularan lain, seperti paparan langsung ke tetesan pernapasan yang lebih besar yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi yang duduk di dekatnya. Itu juga tidak mempertimbangkan efek berjalan naik dan turun di gang atau berinteraksi dengan penumpang lain.

Sulit untuk mengatakan dengan tepat seberapa berisiko terbang selama pandemi, karena banyak variabel yang memengaruhi apakah SARS-CoV-2 berpindah dari satu pelancong ke pelancong lain: mulai dari seberapa banyak virus yang dibawa seorang pelancong hingga lama penerbangan dan lamanya perjalanan juga status vaksinasi orang lain di pesawat.

Lalu, masih wajibkah pemakaian masker di pesawat?

Saat ini, itu diperlukan dan mungkin Anda akan terus menggunakannya di pesawat bahkan jika mandatnya berakhir.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengenakan masker di ruang publik dalam ruangan mengurangi risiko dites positif COVID-19.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Maret 2021, para peneliti mengembangkan model untuk memprediksi risiko infeksi di dalam pesawat.

Skenario paling ekstrem yang mereka pertimbangkan adalah penerbangan 12 jam di mana penumpang tidak mengenakan masker dan satu orang yang terinfeksi duduk di kelas ekonomi yang padat.

Dalam kondisi ini, penulis memperkirakan bahwa penumpang ekonomi lain memiliki risiko infeksi rata-rata hingga sekitar 11%. Tapi untuk seseorang yang duduk sangat dekat dengan orang yang terinfeksi, risikonya dapat meningkat hingga 99,6%.

Beberapa data survei menunjukkan bahwa banyak orang di AS akan tetap memakai masker, meski tidak diwajibkan. Dalam survei Mei 2021 yang dilakukan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional, 83% orang mengatakan mereka menyukai penggunaan masker dalam penerbangan, meskipun mayoritas responden mengatakan mereka tidak ingin mandat diberlakukan selamanya.



Simak Video "California Akan Longgarkan Aturan Wajib Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA