Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Mar 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pesta Teh Enggak Biasa: di Atap Dunia, Masuk Guinness World Record

Pesta teh di Gunung Everest
Pesta teh di Gunung Everest (Foto: CNN)
Jakarta -

Para pendaki mengadakan pesta teh di tempat tertinggi di dunia. Lokasinya ada di Gunung Everest.

Acara minum teh memiliki arti yang benar-benar baru bagi Andrew Hughes dan rekan pendakinya. Kelompok petualang mengadakan pesta teh di ketinggian 6.495 meter di atas permukaan laut.

Lokasi persisnya ada di Camp 2 Gunung Everest di Nepal tahun lalu dan mencatat Guinness World Record atau Rekor Dunia Guinness baru. Acara itu diakui secara resmi oleh Guinness pada bulan ini untuk kategori pesta teh tertinggi yang pernah diadakan.

Hughes, seorang pendaki dari Seattle, Washington, ide untuk pesta teh di atap dunia itu awalnya dilakukan di awal pandemi. Tetapi, ekspedisi tidak mungkin dilakukan karena muncul aturan pembatasan perjalanan dan penutupan karena Covid-19.

Dia mengatakan pembatasan perjalanan itu membuatnya makin menyadari betapa dia amat merindukan komunitas pendaki. So, pertemuan dengan ngeteh di atap dunia itu bukan sekadar kumpul-kumpul.

"Hal-hal terbesar dalam hidup seringkali adalah hal-hal yang dapat dibagikan," kata Hughes, seraya menambahkan bahwa dia berharap prestasi itu.

Acara minum teh diadakan pada 5 Mei 2021 yang mungkin akan menginspirasi orang lain untuk mencari impian mereka sendiri, tidak peduli seberapa tingginya.

"Pesta teh di tempat tertinggi itu cukup rumit. Sebab, ada banyak kesulitan, termasuk membawa persediaan melalui Khumbu Icefalls yang berbahaya," menurut rilis berita.

Kesulitan lain itu di antaranya adalah munculnya badai salju pada hari pesta teh. Masalah lain adalah mengoordinasikan logistik untuk mengangkut persediaan tambahan, termasuk kue khas Girl Scout yang dibawa Hughes dari Seattle, ke Gunung Everest.

Perbekalan, termasuk kue khas Girl Scout, jangan sampai remuk, apalagi menjadi remah-remah, saat diterbangkan melintasi dunia, diangkut ke base camp, diikat ke yak, dan kemudian dibawa dengan ransel melintasi medan yang tak kenal ampun, termasuk air terjun beku, ke Camp 2.

Pada akhirnya, upaya ekstra mereka tidak sia-sia. Para pendaki itu bisa ngeteh di tempat yang diinginkan.

"Rekor itu akan selamanya mengabadikan momen dan pengalaman tak terlupakan dalam hidup saya," kata Hughes, yang mencapai puncak Everest sekitar dua minggu kemudian setelah upaya pertamanya gagal pada 2019.



Simak Video " Dua Orang Ini Cetak Rekor Pendakian Gunung Everest"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA