Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Mar 2022 15:30 WIB

TRAVEL NEWS

Peminta Visa on Arrival Didominasi Turis Australia dan Singapura

Turis Australia
Ilustrasi turis Australia di Bali (dok Kemenparekraf)
Jakarta -

Sebanyak 447 Visa On Arrival (VOA) khusus wisata ke Bali sudah diterbitkan selama seminggu pertama pembukaannya, yakni selama 7-12 Maret 2022.

Pada hari pertama, tercatat persentase pengguna Visa on Arrival sebanyak 4,46 persen dari total WNA yang masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Saat ini, fasilitas VoA diberikan kepada 23 negara yang memenuhi beberapa kriteria seperti High Tourism Spender, memiliki akses penerbangan yang mudah ke Bali, memiliki kebijakan karantina yang mudah bagi PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) serta negara di wilayah ASEAN," ujar Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh dalam keterangan tertulis yang diterima detikTravel, Jumat (18/03/2022).

Persentase pengguna Visa on Arrival menunjukkan tren peningkatan dengan rincian sebagai berikut:

1. Senin, 7 Maret 2022: 4,46 persen

2. Selasa, 8 Maret 2022: 21,09 persen

3. Rabu, 9 Maret 2022: 14,04 persen

4. Kamis, 10 Maret 2022: 31,16 persen

5. Jumat, 11 Maret 2022: 28,39 persen

6. Sabtu, 12 Maret 2022: 30,63 persen

Australia negara terbanyak gunakan VoA ke Indonesia

Adapun negara subyek Visa on Arrival yang warganya paling banyak menggunakan fasilitas tersebut antara lain Australia sebanyak 76 orang, Singapura 64 orang, Amerika Serikat 47 orang, Belanda 44 orang dan Malaysia 39 orang.

Sementara itu, beberapa subjek negara yang terpantau belum menggunakan Visa on Arrival khusus Wisata yaitu Qatar, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Laos dan Kamboja.

Menurut Achmad ada beberapa faktor yang menjadi penentu kedatangan subyek turis asing ke Bali menggunakan Visa on Arrival. Beberapa di antaranya seperti kebijakan negara asal dan preferensi pribadi wisatawan.

"Contohnya kebijakan karantina di negara asal, kemudahan mendapatkan asuransi dari negara asal, preferensi wisatawan, dan lain-lain," ujarnya.

Achmad menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kebijakan Visa on Arrival khusus Wisata ke Pulau Dewata itu.

Sebagai informasi, saat ini, fasilitas tersehut diberikan kepada 23 negara yang memenuhi beberapa kriteria.

Beberapa kriterianya termasuk penyumbang angka belanja yang tinggi, memiliki akses penerbangan yang mudah ke Bali, memiliki kebijakan karantina yang mudah bagi PPLN, serta negara-negara yang berada di wilayah ASEAN.

Wisman yang datang ke Bali menggunakan Visa on Arrival ini akan dibebaskan dari kewajiban karantina. Sebagai gantinya, mereka wajib menunjukkan bukti pembayaran hotel atau akomodasi di Bali untuk tinggal selama minimal empat hari, sertifikat vaksinasi Covid-19, dan hasil tes RT-PCR.

Achmad menyampaikan, terkait pilihan akomodasi, Imigrasi tidak mengeluarkan kebijakan khusus.

"Agar bisa mendapat stiker VoA, wisman cukup melampirkan paspor, tiket meninggalkan wilayah Indonesia (pulang), dan dokumen yang disyaratkan Satgas Covid-19," kata Achmad.



Simak Video "Heboh Senator Australia Sebut Jalanan Bali Penuh Kotoran Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA