Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 26 Mar 2022 13:42 WIB

TRAVEL NEWS

5 Cara Sederhana Maknai Earth Hour, Hemat Listrik-Jadi Eco Traveler

Ilustrasi Eart Hour.
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Setiap tahun, jutaan orang di berbagai negara memadamkan lampu mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat pada hari Sabtu pekan terakhir di bulan Maret. Tradisi tahunan itu diberi nama Earth Hour yang bertujuan mendorong kepedulian masyarakat terhadap isu perubahan iklim.

Gerakan yang dinisiasi World Wide Fund for Nature (WWF) ini dilakukan sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian planet bumi yang ditinggali. Di samping memadamkan lampu, ternyata ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan bumi dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip laman Make The Change, berikut langkah sederhana agar Earth Hour ini tak hanya menjadi perayaan simbolik tahunan saja.

1. Hemat Listrik saat Tidak Digunakan

Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

Tidak hanya saat earth hour saja, kamu mematikan lampu di rumah. Mematikan listrik juga dapat dilakukan secara rutin apabila tidak benar-benar dibutuhkan. Selain itu, matikan lampu setiap akan meninggalkan rumah. Jadikan hemat energi menjadi kebiasaan. Apalagi ini merupakan salah satu langkah yang mudah dilakukan sekaligus bermanfaat.

2. Naik Transportasi Umum

Ilustrasi naik transportasi umum.Ilustrasi naik transportasi umum. Foto: Shutterstock

Cara sederhana untuk menyelamatkan bumi yaitu dengan memilih menggunakan transportasi umum. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi emisi karbon yang berasal dari kendaraan bermotor. Apalagi emisi karbon menjadi penyebab utama perubahan iklim saat ini.

Tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan saja lho, naik transportasi umum juga menghemat biaya. Hal ini karena kendaraan pribadi yang lebih boros bahan bakar. Kamu pun tidak perlu capek bermacet-macet karena mengendarai kendaraan sendiri.

3. Belanja Secukupnya

Ilustrasi barang belanjaan.Ilustrasi barang belanjaan. Foto: Shutterstock

Tahukah kamu, ternyata hal sesimpel kebiasan belanja bisa berdampak besar bagi bumi? Hal ini karena secara tidak langsung kegiatan belanja bisa menambah jumlah sampah. Sampah tersebut berasal dari kemasan produk yang dibeli.

Selain itu, sampah juga bisa berasal dari bahan-bahan makanan yang tidak habis dimakan. Oleh karena itu, penting untuk mencobaconscious shopping. Artinya belanja tidak hanya sekadar lapar mata, melainkan dengan penuh kesadaran akan manfaat, harga, dan dampaknya bagi lingkungan.

4. Terapkan Prinsip 3R

Ilustrasi daur ulang.Ilustrasi daur ulang. Foto: Shutterstock

Kamu tentu sudah familier dengan istilah 3R bukan? Yakni reduce, reuse, dan recycle. Ketiganya menjadi pilar dasar gerakan go greenyang banyak digaungkan. Kamu didorong untuk mengurangi (reduce) pemakaian benda tertentu agar tidak menambah produksi sampah.

Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak langsung membuang barang-barang yang lama. Melainkan menyeleksi barang yang masih berfungsi dengan baik, untuk dimanfaatkan kembali (reuse). Selanjutnya, istilah recycle merujuk pada aksi daur ulang barang bekas yang sebenarnya sudah dianggap sebagai sampah. Sehingga barang-barang tersebut bisa menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat.

5. Menjadi Eco-Traveler

Ilustrasi peduli lingkungan.Ilustrasi peduli lingkungan. Foto: Shutterstock

Ternyata menjaga bumi juga bisa dilakukan sambil liburan, lho! Konsep ini dikenal sebagai eco-traveling. Eco-travel tidak hanya sebatas berwisata ke alam bebas, tapi memiliki makna yang lebih luas. Menjadi seorang eco-traveler artinya kamu melakukan kegiatan wisata #DiIndonesiaAja dengan lebih bertanggung jawab. Sehingga kamu yang doyan traveling bisa tetap menjaga kelestarian alam, sekaligus memberikan dampak positif pada warga lokal.

Hal ini sejalan dengan kampanye sustainable tourism atau wisata berkelanjutan yang tengah digencarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Yakni pengembangan pariwisata yang mengedepankan pelestarian alam dan budaya. Dengan konsep berkelanjutan, diharapkan sektor pariwisata dapat terus dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.

"Sehingga sektor ini nantinya bisa menjadi sektor lokomotif yang mendorong upaya perlindungan pelestarian alam dan warisan budaya dengan konsep planet, people, and prosperity agar bisa dinikmati oleh generasi masa depan," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dikutip dari laman resmi Kemenparekraf.

Apalagi, saat ini sudah banyak destinasi wisata yang berbasis sustainable tourism di Indonesia yang bisa dikunjungi, seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Agrowisata Bhumi Merapi, dan lainnya. Selain menunjukkan pesona #WonderfulIndonesia, tempat-tempat tersebut juga telah tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf, sehingga kamu tidak perlu khawatir saat berwisata di sana.

Meski begitu, ingat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat berupa 6M, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, serta menghindari makan bersama. Pastikan juga kamu sudah melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi terdekat sebelum liburan.

Untuk informasi dan inspirasi lainnya terkait destinasi wisata di Indonesia, kamu bisa follow akun Instagram @pesona.indonesia dan TikTok @pesonaindonesia. Kamu juga bisa ikuti Pesona Punya Kuis (PUKIS) di laman Instagram tersebut untuk raih hadiah jutaan rupiah dari Kemenparekraf.



Simak Video "Hari Bumi, Google Doodle Tampilkan Dampak Perubahan Iklim"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA