Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 27 Mar 2022 06:15 WIB

TRAVEL NEWS

Alasan Peluncuran Rendang Goes to Europe di Bali, Bukan di Sumbar

Jeka Kampai
detikTravel
Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno (Sui Suadnyana/detikcom)
Padang -

Menparekraf Sandiaga Uno menjawab kekecewaan sejumlah masyarakat Minang atas peluncuran proyek 'Rendang Goes to Europe' yang dilakukan di Bali, bukannya di Sumatera Barat.

"Kenapa di Bali? Bali adalah venue utama dari G20 dan menjadi simbol brand pariwisata yang paling terkenal di Indonesia. Sementara, simbol brand kreatif yang dikenal dunia adalah rendang. Ini yang kemudian kita gabungkan dan mendapat antuasiasme dari masyarakat dunia...," kata Sandi kepada wartawan usai menyaksikan pelantikan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat di Padang, Sabtu (26/3/2022).

Menurut Sandi para perwakilan dunia yang hadir dalam pertemuan di Bali tersebut begitu antusias dan menaruh perhatian yang tinggi. Tingginya antusiasme itu memberi harapan target USD 2 miliar di tahun 2024 bisa tercapai.



"Para perwakilan G20 itu menaruh begitu tinggi simpati, dan harapannya antusiasme ini meningkatkan jumlah permintaan ke depannya. Target kita adalah bisa mendapat 2 Miliar Dollar di 2024," kata dia.

Sandi mengatakan Rendang Goes to Europe dan Rendang Goes to World bisa melibatkan rantai pasok sebanyak-banyaknya dari Sumatera Barat, karena bumbu, pengemásan, santan dan racikan semuanya bisa memberikan peluang usaha dan kebangkitan ekonomi dari Sumbar.

"Ini bukti dari strategi dynamic content yang kita hadirkan bahwa Bali menjadi venue, tapi nanti rantai pasoknya akan melibatkan Sumatera Barat. Tahun depan akan kita gagas kegiatan skala international, dan kita harapkan bisa Sumbar dapat terlibat," katanya.

Dalam kaitan itu Sandi bicara tentang Gastro Diplomacy. Ia menyebut Gastro diplomacy sangat penting dalam rumusan bingkai Indonesia spice up to the world. Ada empat pilar diantaranya adalah rempah dan ekspornya.


"Karena itu kekhasan Sumatera Barat maka Sumbar yang nanti akan menjadi lokomotif untuk rantai pasoknya. Kedua, pelibatan restoran Indonesia di luar negeri. Ada 4000 restoran diaspora yang akan menjadi network dari peluncuran Indonesia spice up of the world," ujar Sandi.

"Dan, tentunya ujungnya Indonesia akan dikenal sebagai Gastro diplomacy destinasi, jadi Gastro destinasi yang dihasilkan dari pada kumpulan kegiatan kegiatan promosi pariwisata, seperti co branding Wonderfull Indonesia yang memulainya dari makanan," Sandi menambahkan.

"Harapannya tentu dari lidah turun ke hati dan dari hati menggerakkan mereka untuk berkunjung, berwisata ke Indonesia," kata Sandi lagi.

Sosok Minggu Ini: Adi, Penyandang Down Syndrome Kolektor Medali

[Gambas:Video 20detik]



(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA