Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Mar 2022 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Pemilik Vila Buka Pintu Lebar-lebar buat Pengungsi Ukraina

Femi Diah
detikTravel
A child collects toys near a clothes donation point as refugees fleeing conflict in Ukraine arrive at the Medyka border crossing in Poland, Monday, Feb. 28, 2022. (AP Photo/Visar Kryeziu)
Ilustrasi pengungsi Ukraina (AP/Visar Kryeziu)
Jakarta -

Sebagian warga Ukraina meninggalkan negaranya setelah invasi Rusia. Pemilik vila negara lain membuka pintu untuk para pengungsi dari Ukraina.

Salah satu pemilik vila yang menyediakan tempat untuk para pengungsi Ukraina adalah Desislava Tosheva. Dia warga Sofia, Bulgaria.

Dikutip dari CNN, Tosheva membuat sebuah grup Facebook dengan nama 'Akomodasi, Bantuan, dan Tempat Tinggal untuk Ukraina'. Tak dinyana, grup itu justru menarik perhatian 80 ribu anggotanya.

"Saya pikir kami tidak akan mendapatkan lebih dari 200 anggota," ujar Tosheva.

Grup itu berisi para pemilik hunian atau vila yang biasa digunakan untuk berlibur. Namun, mereka rela mengubah vilanya menjadi tempat pengungsian bagi warga Ukraina yang mencari tempat berlindung.

Dalam grup itu, calon tuan rumah mengunggah tempat yang mereka tawarkan. Pengungsi Ukraina bisa mencari tempat sesuai yang dicari atau dipilihkan melalui admin.

Hingga saat ini, Tosheva dan admin akun itu telah mengatur akomodasi untuk sekitar 90 pengungsi Ukraina.

Sebagian besar properti atau vila ini sebelumnya disewakan melalui platform agen pariwisata seperti Airbnb dan lainnya. Kini, vila-vila tersebut digunakan untuk menampung pengungsi Ukraina.

Tosheva tak sendiri. Sejumlah masyarakat yang bergerak di industri pariwisata atau perhotelan juga melakukan langkah yang sama.

Dengan pondok jerami, gereja abad pertengahan, dan perbukitan hijau di kejauhan, termasuk Glastonbury Tor yang terkenal, desa Somerset di Compton Dundon adalah magnet bagi mereka yang mencari liburan pedesaan di barat Inggris.

Caroline Williams, yang telah lama pensiun dari pekerjaanya, kerap menyewakan kamar di rumah pertaniannya yang cantik, ditambah gudang yang telah diubah menjadi akomodasi liburan di Airbnb. Tempat liburannya itu tidak pernah kehabisan penyewa, tapi ada rasa dalam dirinya yang selalu merasa kurang.

Saat kabar tentang Rusia dan Ukraina menyebar, dia mulai memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk membantu pengungsi yang menjadi korban perang. Sekarang, dia menawarkan dua kamar di rumah pertaniannya, ditambah setengah dari gudang apartemen mandiri kepada para pengungsi.

"Saya berkeliaran di taman di bawah sinar matahari, dan saya tidak bisa berhenti memikirkan para pengungsi," katanya.

Kash Bhattacharya seorang travel blogger yang berbasis di Berlin mengajak teman-temannya, Rosie William dan Charlote Hall, yang menjalankan bisnis agen pemasaran hotel di Inggris, Stay the Night.

Kali ini, mereka meluncurkan platform yang mengumpulkan berbagai tawaran akomodasi bagi para pengungsi dari seluruh dunia.

Hingga saat ini, ada lebih dari 225 tempat di 19 negara, mulai dari rumah atau unit kamar yang tersedia bagi pengungsi Ukraina.

"Kami tidak yakin apa yang diharapkan, tetapi kami ingin melihat apa yang bisa kami lakukan, dan kami mendapat respons yang luar biasa sehingga memotivasi kami lebih jauh lagi," kata Hall.

Simak Video 'AS Bantah Adanya Upaya Menggulingkan Rezim Putin':

[Gambas:Video 20detik]



(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA