Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 31 Mar 2022 23:11 WIB

TRAVEL NEWS

Penemuan Baru, Singa Diberi Hormon Cinta Bisa Jinak bak Kucing

Putu Intan
detikTravel
A male lion is seen at the Masai Mara National Reserve in Kenya 03 August 2002. More than a million wildbeests and zebras cross anually the border betwen Tanzanias Serengueti Plains and Kenyas Masai Mara National Reserve in search of fresh  grass and water. 
      AFP PHOTO/Pedro UGARTE / AFP / PEDRO UGARTE
Ilustrasi singa. Foto: AFP PHOTO/PEDRO UGARTE
Jakarta -

Setelah penelitian bertahun-tahun, para ilmuwan menemukan bahwa singa yang hidungnya disemprot oksitosin akan lebih jinak bak kucing.

Dilansir dari AFP, Kamis (31/3/2022) oksitosin atau disebut juga hormon cinta rupanya dapat mempengaruhi perilaku singa. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal iScience dan bermanfaat bagi upaya konservasi.

Salah satu penulis Jessica Burkhart melakukan penelitian tersebut karena ia tertarik pada singa. Ia ingin mempelajari perilaku singa secara nyata.

Singa sebenarnya terkait erat dengan kehidupan sosial. Singa memiliki kebanggaan ketika menang dan mempertahankan wilayah mereka yang berharga di sabana Afrika.

"Jika Anda berpikir tentang singa jantan, misalnya mereka akan meninggalkan kebanggaan ketika mereka berusia beberapa tahun dan mereka akan bertemu dengan singa jantan lain yang tidak mereka kenal dan tidak ada hubungannya, dan mereka akan membentuk ikatan seumur hidup," kata Burkhart.

Dari perilaku tersebut, terlihat bahwa secara biologis, singa memang diprogram untuk menjadi sosial dalam beberapa situasi. Itulah yang menjadikan spesies uji yang menarik untuk intervensi oksitosin.


Pada mamalia, oksitosin adalah molekul utama yang dapat memperkuat ikatan sosial. Terkadang, oksitosin juga disebut sebagai bahan kimia pelukan.

Oksitosin akan melonjak, misalnya ketika seorang ibu menatap mata bayinya yang baru lahir. Ini akan meningkatkan perasaan sejahtera dan kebahagiaan. Ini juga menyebabkan bayi menempel pada ibunya.

Efek serupa juga telah dibuktikan terjadi pada anjing dan pemiliknya. Selain itu, terapis juga kerap menyarankan pasangan yang sedang mengalami masalah untuk melakukan kontak mata agar oksitosin terlepas.

Kembali ke singa, Burkhart dan teman-temannya dari University of Minnesota melakukan penelitian menggunakan potongan daging mentah agar singa terpikat dan berjalan ke pagar.

Hormon cinta ini harus disemprotkan langsung ke hidung menggunakan alat seperti botol parfum antik. Setelah disemprotkan, hormon itu akan langsung mengalir ke otak.

Setelah beberapa kali semprotan pada 23 singa, mereka rupanya jadi lebih toleran terhadap singa di lingkungan mereka. Hal ini dinilai dengan melihat respon singa yang membiarkan singa lainnya mendekati mainan mereka.

"Setelah singa-singa itu dirawat dengan oksitosin, kami memberi mereka mainan labu untuk dimainkan. Kami melihat jarak rata-rata di antara mereka turun dari 7 meter menjadi 3,5 meter setelah diberi oksitosin," katanya.

Singa juga tidak mengaum saat rekaman suara penyusup diputar. Padahal dalam kondisi normal, mereka akan siaga.

Manfaat dari temuan ini adalah dapat membantu singa asing yang diselamatkan dari situasi sulit untuk dapat bergabung kembali dengan singa di alam liar. Misalnya singa-singa sirkus atau singa dari kebun binatang di zona perang, mereka dapat diterima di alam.

Manfaat kedua, hal ini dapat digunakan untuk mengangkut singa-singa ke tempat perlindungan di mana mereka akan ditempatkan bersama singa lain. Oksitosin dapat membantu mencegah konflik.



Simak Video "Sigiriya Rock, Negeri di Atas Awan yang Indah Nan Menawan, Sri Lanka"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA