Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Apr 2022 21:03 WIB

TRAVEL NEWS

Piala Dunia Makin Dekat, Qatar Punya Museum Olahraga nan Megah

Femi Diah
detikTravel
Museum Olahraga dan Olimpiade Qatar
Museum Olahraga dan Olimpiade Qatar (Karim Jaafar/AFP)
Qatar -

Qatar meresmikan museum olahraga dan Olimpiade terbesar di dunia. Memamerkan prestasi olahraga internasional dan lokal.

Museum Olimpiade dan Olahraga Qatar 3-2-1 itu memiliki luas 19.000 meter persegi. Lokasinya berada di salah satu stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia 2022.

Pembangunan museum yang memamerkan beragam artefak bersejarah olahraga itu memakan waktu lebih dari 15 tahun.

Setelah menjelajahi koleksi pribadi para atlet dan bernegosiasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan federasi olahraga lainnya, akhirnya terkumpul 17.000 objek koleksi.

Di antara jumlah itu terdapat sarung tangan yang dikenakan mendiang legenda tinju Muhammad Ali saat meraih medali emas Olimpiade 1960 Roma. Juga, sebuah mobil Ferrari yang dikendarai juara Formula 1 Michael Schumacher dan kostum yang dikenakan legenda sepak bola Brasil Pele.

Sarung tinju milik Muhammed Ali, saat dia memenangkan medali emas Olimpiade 1960 Romadi Museum Olahraga dan Olimpiade 3-2-1 di  Doha.Sarung tinju milik Muhammed Ali, saat dia memenangkan medali emas Olimpiade 1960 Romadi Museum Olahraga dan Olimpiade 3-2-1 di Doha. (AFP/KARIM JAAFAR)

Ada juga pemukul kriket yang menjadi idola India Sachin Tendukar dan obor dari setiap Olimpiade.

Museum ini menjadi bagian dari proyek miliaran dolar pemerintah Qatar dalam menciptakan surga budaya yang diiringi persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Direktur museum Abdulla Al Mulla membantah keberadaan museum itu hanya dimaksudkan untuk menyoroti kekayaan Qatar.

"Kami tidak pamer," katanya kepada AFP.

"Kami memiliki kepercayaan diri, kami mendapatkan kepercayaan dari federasi internasional," dia menambahkan.

Al Mulla juga mengatakan bahwa keluarga penguasa Qatar ingin agar museum itu juga menampilkan warisan olahraga domestik.

Seorang pangeran yang menunggang kuda di Olimpiade terlihat bersama Sheikh Hassan bin Jabor Al-Thani yang pernah membuat rekor kecepatan perahu catamaran hingga 244 mil (395 kilometer) per jam pada tahun 2014.

Al Thani, anggota keluarga penguasa Qatar yang ikut berkompetisi pada kurun waktu 2003 hingga 2015, juga mengatakan museum itu adalah "ikon" rekaman semua atlet Qatar dan peringkatnya.

"Jika saya tahu ada tembok dengan atlet lokal di atasnya, pasti saya ingin menjadi lebih baik dari atlet itu," kata Al Thani.

"Jadi saya akan melakukan 110 persen agar terpampang di dinding itu juga. Sekarang saya menjadi target dan orang-orang akan bekerja keras agar bisa melewati saya dan memasang foto mereka di atasnya," ujar dia.

Kurator galeri museum Victoria Cosgrave mengatakan museum olahraga Qatar itu berbeda karena tidak menghindar dari kontroversi yang pernah ada seperti penggunaan narkoba oleh atlet, korupsi dan pembunuhan atlet di Olimpiade Munich 1972.

"Saya pikir salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi -- dan ini bukan hanya di Qatar tapi ada di mana-mana -- adalah menyeimbangkan aspek kontroversial dari olahraga, ingin jujur tentang olahraga dan orang-orang olahraga tetapi juga ingin bersikap menghormati dan menjadi inspirasi," kata dia.



Simak Video "Ini La'eeb Maskot Piala Dunia 2022 Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA