Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 04 Apr 2022 09:40 WIB

TRAVEL NEWS

Perumahan Kuno di China yang Canggih, Syarat Naik Pesawat Terbaru

Tim detikcom
detikTravel
Benteng Fujian Tulou di China
Foto: Perumahan kuno di China (Sheng Li/Reuters)
Jakarta -

China ternyata punya perumahan kuno yang dilengkapi sistem pertahanan canggih. Perumahan ini konon menjadi inspirasi dalam film Mulan. Seperti apa kisahnya?

Berita terpopuler detikTravel, Minggu (3/4) menampilkan tentang perumahan di Provinsi Fujian yang disebut tulou. Dalam bahasa lokal, tulou berarti bangunan tanah.

Perumahan kuno itu sejatinya adalah rumah komunal yang menampung hingga 800 orang. Perumahan yang terdiri atas tiga sampai empat lantai itu dibangun dari bahan kayu dan lumpur yang secara tradisional diasosiasikan dengan orang Hakka.

Perumahan tersebut diperkirakan dibangun antara abad ke-15 dan ke-20. Bangunan dirancang menghadap ke halaman tengah sehingga bentuknya melingkar.

Dilansir dari Insider, orang Hakka bermigrasi dari provinsi-provinsi di China Selatan dari wilayah utara. Hal ini dilakukan karena mereka sering menghadapi konflik dengan penduduk asli.

Untuk melindungi diri dari musuh, orang Hakka membangun dinding tulou yang tebalnya mencapai 1,5 meter. Selain itu, perumahan mereka juga dibentengi dengan gerbang besi, dilengkapi dengan terowongan bawah tanah dan senjata.

"Bukaan pintu biasanya dibangun dari bingkai granit dengan panel pintu kayu. Karena hanya ada satu pintu masuk, itu membuat bangunan lebih mudah untuk dipertahankan," kata Yeo Kang Shua, profesor sejarah arsitektur, teori, dan kritik di Universitas Teknologi dan Desain Singapura.

"Bukaan jendela biasanya di tingkat yang lebih tinggi, membuat akses dari jendela juga sulit," tambahnya.

Halaman utama adalah tempat warga dapat mengadakan kegiatan seperti upacara keagamaan, festival, dan pernikahan.

Selain di Fujian, rumah tulou ini juga dapat ditemukan di bagian lain China, termasuk Guangdong.

"Sebagian besar tulou memiliki kuil keluarga dan sekolah keluarga di dalam gedung," kata Kang Ger-Wen, asisten profesor di departemen studi Cina di Universitas Nasional Singapura.

"Orang Hakka memandang hubungan keluarga dan pendidikan sebagai dua hal terpenting dalam hidup mereka," tambahnya.

Setiap tulou berfungsi seperti desa mandiri. Bagian bangunan dibagi antara keluarga dari klan yang sama.

Banyak dari tulou ini sekarang memiliki listrik dan pasokan air. Sementara untuk sumber makanan utamanya berasal dari ladang mereka sendiri dan desa-desa terdekat.

Koridor yang menghubungkan kamar individu di setiap lantai dimaksudkan untuk mendorong interaksi bertetangga di antara penghuni.

"Sebagai struktur pertahanan, memiliki rencana melingkar berarti tidak akan ada sudut atau titik buta," kata Yeo.

Dewasa ini, jumlah orang yang tinggal di tulou menurun selama bertahun-tahun karena semakin banyak generasi muda pindah ke kota untuk mendapatkan pekerjaan dan kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Sementara itu, peningkatan pariwisata di daerah tersebut telah memberikan kehidupan baru bagi rumah-rumah bersejarah ini dengan menopang bisnis lokal.

Selain berita tentang perumahan suku Hakka di China, berita terpopuler detikTravel lainnya tentang persyaratan naik pesawat yang terbaru.

Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Minggu (3/4/2022):

1. Ini Perumahan Kuno di China yang Punya Sistem Pertahanan Perang
2. Persyaratan Naik Pesawat Terbaru, Catat Dulu Biar Tidak Lupa!
3. Demi Merokok dan Minum Sepuasnya, Pria Ini Tinggal di Bandara Selama 14 Tahun
4. Penasaran Gak, Kotoran di Toilet Pesawat Dibuang ke Mana?
5. Pesawat Jumbo A380 Selesaikan Penerbangan dengan BBM Minyak Goreng Bekas!
6. Cuti Bersama Lebaran 2022 Ada? Ini Jawaban Pemerintah
7. Dikira Restoran, Sekelompok Remaja Ini Nyasar ke Resepsi Pernikahan!
8. Pria Ini Tinggal di Bandara Selama 14 Tahun, Syarat Naik Pesawat Terbaru
9. Pesawat Tabrak Apartemen, Pilotnya Sempat Terjun Payung
10. Sudah 100 Tahun Lebih Salah Sebut, Machu Picchu Bukan Nama Asli



Simak Video "Sistem Regulasi Vaksin China Lolos Penilaian WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA