Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Apr 2022 07:32 WIB

TRAVEL NEWS

Skydiver Tewas Saat Landing, Disebut Salah Ambil Keputusan

Atlet terjun payung Lampung melakukan penerjunan dari atas pesawat CN 235-100 M pada pertandngan babak ke tujuh kelas kerja sama antar parasut PON Papua di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (11/10/2021). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/tom.
Foto: Ilustrasi terjun payung (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Auckland -

Seorang penerjun payung asal Irlandia tewas ketika mendarat di tanah. Dia disebut salah mengambil keputusan ketika mendarat, kepalanya pun terbentur hebat.

Skydiver yang tewas itu diketahui bernama Jack Creane (27). Creane tewas setelah terjun payung di daerah Parakai, sebelah utara Auckland, Selandia Baru.

Creane yang berada di Selandia Baru dengan visa pelajar memang menyukai olehraga skydiving alias terjun payung. Bisa dibilang dia adalah penerjun payung yang cukup berpengalaman.

Sebelum dinyatakan tewas karena insiden itu, Creane memiliki catatan lebih dari 260 lompatan. Saat insiden itu terjadi, Creane terjun dari atas pesawat dengan ketinggian 4.000 kaki.

Dalam laporan yang dirilis pihak kepolisian, disebutkan bahwa Creane mendarat dengan keras di tanah, awalnya kaki terlebih dahulu, lalu kemudian bagian kepalanya menghantam tanah.

Ambulans langsung dihubungi ketika insiden terjadi. Namun nyawa Creane tidak sempat tertolong karena dia meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Pihak Skydive Auckland selaku operator yang membawa Creane terbang telah melakukan investigasi terkain insiden tersebut. Mereka menyatakan insiden ini bisa terjadi karena Creane tidak merencanakan penerbangan itu dengan baik, dan juga pengambilan keputusan yang buruk.

Asosiasi Industri Olahraga Parasut Selandia Baru juga menginvestigasi insiden ini. Mereka bahkan melakukan analisa dari rekaman kamera GoPro yang memperlihatkan detik-detik saat dia melompat dari pesawat dan terjun ke bawah.

Creane disebut mencoba untuk melakukan manuver yang terlalu sulit bagi level skillnya. Apalagi kondisi saat itu sedang tidak bersahabat, kecepatan angin mencapai 12-15 knots. Creane juga disebut mengalami distraksi saat akan mendarat karena ada banyak rintangan di titik pendaratan.



Simak Video "Skydiving, Uji Adrenalin Terbang Bebas Berputar-putar Naik Turun di Udara, Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA