Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Apr 2022 09:18 WIB

TRAVEL NEWS

90 Detik, Evolusi Perosotan Darurat Pesawat

Perosotan atau seluncuran darurat pesawat
Perosotan atau seluncuran darurat pesawat (Foto: CNN)
Jakarta -

Semua penumpang pesawat pasti diberitahukan prosedur keselamatan sebelum take off. Evakuasi melalui pintu darurat biasanya melibatkan seluncur atau perosotan tiup. Beginilah evolusinya.

'Arm doors and cross check'. Hampir semua penumpang pasti pernah mendengar instruksi awak kabin di sistem informasi pesawat sebelum pesawat meninggalkan gerbang terminal. Perintah itu krusial buat keselamatan penumpang dan kru kabin, mengaktifkan perangkat penting untuk keselamatan, yakni seluncur penyelamatan.

Teknologi balon seluncur yang keluar dari pintu dan sayap pesawat berakar dari awal era jet 1950-an. Tapi penerapannya didahului oleh evakuasi darurat yang jauh lebih sederhana.

Awal mula perosotan pesawat

Semua pesawat darat penumpang pertama memiliki ciri yang sama, yakni roda ekor. Pabrikan Ford, Fokker dan de Havilland, Douglas juga Boeing, biasanya memiliki pintu di dekat ekor pesawat yang tak begitu tinggi dari tanah.

Penumpang menaiki beberapa anak tangga kemudian menanjak ke tempat duduk mereka, kabin miring ke atas menuju kokpit. Jika evakuasi diperintahkan oleh kapten, penumpang bisa keluar menggunakan pintu masuk utama.

Ketika pesawat komersial bertambah besar, konfigurasi roda belakang menjadi terlalu berat untuk pesawat penumpang dan kargo yang lebih besar.

Pesawat yang dilengkapi roda hidung lalu diperkenalkan. Jenis ini membuat kabin menjadi lebih rata dengan tanah, tetapi membutuhkan tangga yang panjang untuk mengakses pintu masuk.

Perosotan atau seluncuran darurat pesawatPerosotan atau seluncuran darurat pesawat (Foto: CNN)

Dalam keadaan darurat, tidak mungkin penumpang dapat melompat dengan aman dari kabin ke tanah. Jadi solusi kasar dikembangkan.

"Metode evakuasi pertama di pesawat adalah tali dengan simpul di atasnya, untuk mengeluarkan orang dari pintu, dan itu jauh sebelum seluncur ada," kata Tony Pope, kepala insinyur sistem evakuasi untuk Collins Aerospace, diberitakan CNN Selasa, (12/4/2022).

"Kemudian langkah itu diganti dengan potongan kain yang direntangkan di antara dua lengan, yang harus dipegang agar orang bisa meluncur ke bawah. Mereka menyebutnya parasut hingga hari ini," imbuh dia.

Seluncur kain sederhana itu berevolusi menjadi seluncur balon udara yang canggih saat ini. Seluncur darurat yang ringkas terkompresi itu digelembungkan oleh tabung gas.

Tetapi tali yang diikat masih dapat ditemukan di dek penerbangan pesawat. Alat itu tersedia untuk pilot jika mereka perlu evakuasi melalui jendela kokpit atau pintu darurat.

Selanjutnya, syarat ketat pembuatan seluncur atau perosotan darurat pesawat >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA