Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Apr 2022 15:46 WIB

TRAVEL NEWS

Banyak Negara Buka Pariwisata tapi Negara Populer Ini Masih Ogah Terima Turis

Syanti Mustika
detikTravel
Gunung Fuji di Jepang
Foto: (Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Sudah banyak negara yang membuka gerbangnya untuk pariwisata. Namun beberapa negara populer turis masih tertutup untuk berwisata. Dimana saja?

Dilansir detikcom, Sabtu (30/4/2022) sejumlah negara favorit para turis ternyata masih tertutup untuk wisatawan, walau negara-negara lain telah melonggarkan aturan pandemi. Bahkan sudah banyak negara yang tidak lagi mewajibkan masker mulai Mei mendatang.

1. Jepang

Jepang memang telah melonggarkan warga internasional untuk masuk, namun bukan untuk turis. Mereka juga membatasi jumlah pendatang perharinya hanya 10.000 (semenjak April 2022).

Saat ini hanya warga Jepang, para peneliti, mahasiswa, anggota keluarga warga Jepang dan pebisnis dengan persetujuan terlebih dahulu untuk masuk. Saat ditanyakan kapan akan menerima turis, Perdana Menteri Fumio Kishida pada tanggal 8 April menjawab hal ini belum ditentukan dan masih memantau kondisi internasional.

Gunung Fuji di JepangGunung Fuji di Jepang Foto: (Getty Images/iStockphoto)

2. China

Banyak pariwisata di dunia yang sangat bergantung kepada turis China, termasuk Indonesia. Namun saat ini mereka belum disarankan untuk bepergian ke luar negeri. Jika mereka pergi, harus menghadapi setidaknya dua minggu karantina saat balik ke China.

Saat ini China juga sedang berjuang melawan Covid karena wabah kembali meningkat di beberapa kota di China. Jadi sangat tidak memungkinkan bagi turis untuk liburan. Juga tempat rekreasi di China masih ditutup.

3. Makau menutup gerbang, Hong Kong memberikan celah

Traveler yang sudah kangen kasino di Macau hars beersabar lebih lama lag karena mereka belum memberikan tanda akan membuka gerbang internasionalnya. Wisatawan masih dilarang memasuki wilayah administrasi khusus, kecuali pengunjung dari China daratan, Hong Kong, dan Taiwan. Dan mereka yang bisa masuk harus dikarantina selama dua minggu, kecuali mereka yang datang dari kota-kota tertentu di China.

Adapun kabar terbaru adalah pelajar dan pebisnis yang berasal dari luar China daratan, Taiwan dan Hong Kong akan diizinkan masuk dalam waktu dekat. Namun ada beberapa yang haru dipenuhi.

Adapun kabar dari Hong Kong, mereka telah mengumumkan bahwa mulai 1 Mei, mereka akan mengizinkan selain warga pribumi untuk masuk pertama kalinya dalam 2 tahun. Mungkin nanti mereka yang masuk akan menghadapi karantina 7 hari, hingga pembatalan penerbangan.

Disneyland Hong Kong yang kembali dibuka 18 Juni lalu kini kembali ditutup. Ditutupnya tempat wisata itu karena meningkatnya jumlah COVID-19 baru di Hong Kong.Disneyland Hong Kong Foto: Getty Images/Billy H.C. Kwok

4. Taiwan

Sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Asia, Taiwan masih belum memberikan tanda-tanda membuka gerbang wisatanya. Memang Taiwan telah melonggarkan pembatasan perjalanan, namun hanya untuk pebisnis dan pelajar saja. Juga bagi para relawan dengan alasan yang kuat diperbolehkan masuk ke Taiwan.

Mereka yang masuk pun harus menghadapi karantina di hotel atau rumah selama 10 hari.

Adapun kabar sebelumnya, pada Februari lalu Chen Shih-chung, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, mengatakan pada bulan Februari lalu kalau mereka harus mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan perjalanan sehingga tidak akan tertinggal dalam hal pembangunan ekonomi.

Namun Chen tidak memberikan tanggal kongkrit dan hanya mengatakan bahwa pembatasan saat ini akan dicabut lebih lanjut dan pelancong non-bisnis akan diizinkan masuk jika penyebaran virus tetap terkendali.

5. Beberapa pulau di Pasifik

Beberapa negara kepulauan yang berada di lautan Pasifik udah ada yang membuka dirinya untuk turis. Seperti Fiji, Thaiti, Palau, dan Kepulauan Cook.

Namun sejumlah tempat di wilayah ini tetap tertutup bagi wisatawan, termasuk Samoa, Vanuatu, Negara Federasi Mikronesia, Kepulauan Marshall, Tonga, dan Kepulauan Solomon.



Simak Video "Ilmuwan Jepang Kembangkan 'Kulit Manusia' pada Jari Robot"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA