Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Apr 2022 11:48 WIB

TRAVEL NEWS

Makin Parah, Shanghai Kini Pasangi Pintu Alarm untuk Pasien Covid-19

bonauli
detikTravel
Residents stand on a street waiting for nucleic acid test during lockdown amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in Shanghai, China, April 17, 2022. REUTERS/Aly Song
Shanghai (REUTERS/ALY SONG)
Shanghai -

Semua mata tertuju pada Shanghai. Saat dunia mulai berdamai dengan Covid-19, Shanghai justru lockdown ketat, lebih dari yang sebelumnya.

Sekitar 25 juta orang di Shanghai harus merasakan lockdown atau karantina wilayah ketat sejak awal April. Lockdown dilakukan karena melonjaknya kasus Omicron di ibu kota finansial China itu.

Dikutip dari BBC, untuk pertama kalinya Shanghai menerapkan lockdown secara ketat setelah sebelumnya lebih longgar dibandingkan kota-kota China lainnya.

Langkah baru yang diterapkan termasuk memasang alarm pintu elektronik untuk mencegah mereka yang kena Covid meninggalkan rumah, serta mengungsikan orang untuk menyemprot disinfektan di rumah-rumah.

Karantina wilayah di Shanghai pekan ini memasuki minggu ke lima. Para pejabat kota Shanghai mengatakan semua pasien yang terkena Covid atau mereka yang kontak dengan yang terinfeksi akan dipindahkan ke lokasi karantina milik pemerintah.

Mereka juga diminta membuka pintu depan dan meninggalkan binatang peliharaan mereka. Foto-foto di media sosial menunjukkan orang antre dengan koper-koper pada malam hari.

Penduduk tak boleh meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar harus memesan makanan dan air serta menunggu pengiriman sayur, daging dan telur dari pemerintah.

Sebelumnya, karantina dibatasi di lokasi-lokasi tertentu. Kali ini karantina wilayah yang diterapkan secara lebih ketat dan menyeluruh.

Mereka yang dikarantina harus merasakan pengalaman yang menyiksa dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Beibei misalnya. Warga Shanghai itu tidur bersama ribuan orang asing di sebuah aula besar yang disulap jadi fasilitas karantina oleh pemerintah China.

Wanita berusia 30 tahun itu tidur dengan kondisi lampu menyala terang selama 24 jam non stop. Dia dan suaminya juga terpaksa mandi dengan air dingin karena tidak ada fasilitas keran air panas di tempat karantina itu.

"Di sini ada banyak orang batuk-batuk. Tapi saya tidak tahu apakah mereka radang tenggorokan atau Omicron," cerita Beibei kepada AP, yang dikutip detikTravel, Jumat (22/4/2022).



Simak Video "Penduduk Shanghai Kembali Beraktivitas Usai Lockdown Dicabut"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA