Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Mei 2022 23:04 WIB

TRAVEL NEWS

Oh No! Ekstremis Hindu Mau Hapus Situs Muslim Taj Mahal

bonauli
detikTravel
Agra, India - September 21, 2015: Muslim tourists posing for a photograph in one of the two grand red sandstone buildings that mirror each other, and face the sides of the tomb of Taj Mahal Agra India This one is a mosque
Taj Mahal (iStock)
Agra -

Taj Mahal menjadi ikon dari Agra, India. Namun identitasnya sebagai situs muslim kini jadi masalah di tanah India.

Mayoritas penduduk India beragama Hindu. Seperti Indonesia, India pun punya penganut ekstremis. Setelah gonjang-ganjing kamar rahasia di Taj Mahal, kini situs tersebut malah mau dihapuskan.

Dilansir dari AFP, Sabtu (21/5/2022) ekstremis Hindu dikabarkan menargetkan penghapusan sejumlah situs muslim. Nama Taj Mahal masuk dalam daftarnya.

Kelompok tersebut mengklaim bahwa Taj Mahal merupakan situs yang dibangun di atas kuil Hindu. Ini adalah buntut dari kasus kamar rahasia Taj Mahal.

Mereka percaya istana megah itu dibuat oleh Kaisar Mughal Shah Jahan di wilayah kuil Siwa.

"Itu dihancurkan oleh penjajah Mughal sehingga sebuah masjid dapat dibangun di sana," kata juru bicara organisasi Hindu garis keras India, Masabha, Sanjay Jat, kepada AFP.

Kelompok ekstremis itu juga membuat petisi yang mendesak Survei Arkeologi India (ASI) untuk membuka 20 ruangan di Taj Mahal. Menurut mereka, ruangan tersebut menyimpan barang-barang berhala Hindu.

ASI membantah tuduhan tersebut dan pengadilan juga menolak petisi itu. Walaupun telah ditolak, Jat dan kelompoknya menegaskan tak akan menyerah.

"Saya bakal terus memperjuangkan hal ini sampai saya mati," kata Jat.

"Kami menghargai pengadilan tetapi bila diperlukan, kami akan menghancurkan Taj Mahal dan membuktikan keberadaan kuil di sana."

Sementara itu, seorang profesor sejarah Asia Selatan di Universitas Rutgers, Audrey Truschke, mengatakan klaim atas Taj Mahal itu tak masuk akal.

"Sejauh yang saya pahami, tidak ada teori koheren terkait Taj Mahal yang terlibat dalam wacana ini. Namun, yang terlibat adalah kebanggaan [kelompok] nasionalis yang heboh dan rapuh, yang tak mengizinkan apapun yang bukan Hindu menjadi bagian India dan desakan untuk menghapus bagian Islam dari warisan India," katanya.

Tak hanya menyasar Taj Mahal, para ekstremis dikabarkan bakal menyerang Gyanvapi, Varanasi, India. Penyerangan ini muncul setelah beredar laporan keberadaan shivalinga di masjid itu.

Shivalinga merupakan simbol dewa Siwa bagi umat Hindu.

"Ini berarti masjid itu adalah situs kuil," kata menteri pemerintah Kaushal Kishore, yang berasal dari partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), dikutip dari AFP.

Kishore juga menyampaikan umat Hindu seharusnya bersembahyang di sana. Kelompok ekstremis juga disebut bakal menyasar masjid Ayodhya, yang mereka percaya dibangun di tanah kelahiran Rama, dewa Hindu lain.

Ada pula masjid Shahi Idgah di Mathura, yang kini menjadi sasaran penghancuran kelompok ekstremis. Masjid itu dibangun oleh Kaisar Mughal Aurangzeb pada 1670 dan berada dekat dengan tempat yang dipercaya merupakan tanah kelahiran dewa Krishna.



Simak Video "Menengok Masjid An-Nur Pekanbaru, Taj-Mahalnya Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA