Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Mei 2022 16:14 WIB

TRAVEL NEWS

Jalak Bali, Si Putih nan Lincah tapi Terancam Punah

Putu Intan
detikTravel
Keberadaan jalak Bali sempat dinyatakan hampir hilang akibat perburuan dan konversi lahan di Pulau Dewata. Burung cantik ini pun masuk dalam daftar satwa langka
Jalak bali. Foto: Dedy Istanto/Detikcom
Buleleng -

Bila menginap di Plataran Menjangan, traveler bakal berjumpa dengan jalak bali. Burung endemik Bali ini begitu cantik tapi sayang terancam punah.

Plataran Menjangan Resort and Spa terletak di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Tak heran, di sana para tamu dapat menjumpai berbagai satwa mulai dari ayam hutan, rusa, hingga jalak bali yang langka.

Jika beruntung, tamu dapat melihat jalak bali yang lincah itu langsung di hutan. Namun tamu yang penasaran dengan rupa jalak bali juga dapat datang ke penangkaran milik Plataran Menjangan.

detikcom sempat datang ke penangkaran yang disebut Bali Starling Sanctuary itu. Bersama Plataran Menjangan Development Area Coordinator, Gede Muliada kami diajak melihat langsung jalak bali dikembangbiakkan dalam sangkar-sangkar.

"Program pengembangbiakan jalak bali merupakan salah satu program dari konservasi di sini. Jadi kontribusi dari awal kami berdiri 2015, kita sudah merilis 10 ekor anakan dan hari ini kita sudah punya 11 ekor anakan," kata Gede.

Plataran Menjangan Development Area Coordinator, Gede MuliadaPlataran Menjangan Development Area Coordinator, Gede Muliada. Foto: Putu Intan/detikcom

Kata Gede, setiap tamu yang menginap di Plataran Menjangan sudah berkontribusi dalam pengembangbiakan satwa ini.

"Kami bisa menjalankan operasional dari bali starling sanctuary berkat support dari tamu yang stay bersama kami. Jadi kalau tidak ada tamu yang stay di sini, operasional kita juga terhambat. Jadi secara otomatis ketika tamu stay di Plataran Menjangan, mereka sudah punya kontribusi pada sustainable environment di sini termasuk salah satunya kelestarian jalak bali," ia memaparkan.

Seperti diulas di awal, jalak bali yang nama latinnya Leucopsar rothschildi memang berasal dari Bali. Ciri khas burung ini adalah warna putih kecuali ujung ekor dan sayap berwarna hitam. Kemudian pada bagian pipi tidak terdapat bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang warna keabu-abuan.

Plataran Menjangan BaliJalak bali di Bali Starling Sanctuary Plataran Menjangan. Foto: Putu Intan/detikcom

Baik jalak bali jantan maupun betina sama-sama memiliki jambul. Akan tetapi milik jalak bali jantan lebih tegak.

Karakter lain dari burung jalak bali adalah periang. Burung ini suka berkicau dan lincah bermain. Itu sebabnya banyak orang yang tertarik memeliharanya. Hal ini menyebabkan populasi jalak bali merosot.

Pada saat ditemukan tahun 1912, jumlah jalak bali di alam liar sekitar 500 ekor. Akan tetapi banyak terjadi perburuan liar dan penjualan jalak bali di pasar gelap.

"Seiring perjalanan waktu, tahun 1996 karena perburuan dan perdagangan di black market sangat masif menyebabkan perburuan meningkat sehingga populasi burung ini pada tahun 1996-an sampai 2000-an hampir punah. Hanya ada 10 ekor di alam liar," kata Gede.

Karena itu, mulailah diberikan izin kepada kelompok masyarakat dan komunitas pecinta burung untuk mengembangbiakkan jalak bali di bawah pembinaan TNBB. Salah satunya seperti yang dilakukan Plataran Menjangan tersebut.



Simak Video "Menelusuri Filosofi Kehidupan di Trail of Life Plataran Menjangan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA