Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 05 Jun 2022 14:38 WIB

TRAVEL NEWS

Dear Pak Menteri, Candi Borobudur Itu Kurang Teknologi

bonauli
detikTravel
Borobudur di Jawa Tengah
Candi Borobudur (Randy/detikTravel)
Jakarta -

Tiket masuk Candi Borobudur saat ini masih Rp 50 ribu. Akan naik jadi Rp 750 ribu, harga ini dinilai tak sebanding dengan apa yang didapat.

Harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis mancanegara. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kenaikan ini dinilai kurang bijaksana, bahkan kelewatan oleh pengamat kebijakan publik pariwisata, Prof Azril. Pemerintah dinilai kurang transparan dalam memberikan alasan kenaikan harga tersebut.

"Saya mohon kepada pak menteri menko kemaritiman dan pak menteri pariwisata untuk mengkaji terlebih dahulu," ucapnya pada detikTravel.

Prof Azril menjelaskan bahwa Candi Borobudur harusnya berkaca pada Angkot Wat di Kamboja. Sama-sama berstatus situs warisan dunia UNESCO, tiket masuk ke angkor wat juga tidak murah.

"Kalau dibandingkan dengan Angkor Wat, Candi Borobudur lebih besar. Tapi jumlah wisatawannya lebih banyak Angkor Wat," ujarnya.

Nilai lebih Angkor Wat berada pada story telling. Budaya dan teknologi dikemas jadi satu dalam bentuk informasi virtual.

"Jadi turis tinggal tap saja barcode di sana, nanti muncul ceritanya. Kalau Candi Borobudur kan tidak ada," jelas Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia tersebut.

Sekedar informasi saja, tiket masuk Angkor Wat USD 59.89 atau sekitar Rp 850 ribuan untuk full day trip.

"Ada juga piramida Mesir, dia pakai teknologi. Ada sound and light show pada malam hari. Saya ke sana 10 tahun yang lalu, wisatawan antre karena mau lihat teknologi ini," ceritanya.

Sementara Candi Borobudur dinilai kurang atraksi. Tiket masuk Rp 750 ribu akan terasa berat jika hanya untuk melihat candi saja.

"Ngapain bayar mahal-mahal untuk lihat batu siang-siang, panas-panas. Kasih atraksi dong, ada story telling. Kita harus belajar dari Angkor Wat dan Piramida Mesir," katanya.

Menurutnya teknologi sound and light seperti Mesir sangat cocok untuk Candi Borobudur. Justru bisa menjual keunggulan kuliner Indonesia.

"Malam-malam bikin sound and light, story telling Candi Borobudur sambil ngopi. Nanti yang masuk kopi-kopi asli Indonesia," katanya.



Simak Video "Respons Turis Lokal dan Asing soal Harga Tiket Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA