Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 06 Jun 2022 16:15 WIB

TRAVEL NEWS

Pengamat Pariwisata: Pemerintah Perlu Kaji Ulang Harga Tiket Candi Borobudur

Pengunjung Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hari ini mencapai belasan ribu orang. Jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang signifikan, Rabu, 4/5
Foto: Candi Borobudur (Eko Susanto/detikcom)
Jakarta -

Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi meminta pemerintah untuk mengkaji ulang kenaikan harga tiket candi Borobudur yang mencapai Rp 750 ribu bagi wisatawan lokal.

Pro kontra terkait rencana pemerintah untuk menaikkan tiket naik ke Candi Borobudur menjadi Rp 750.000 per orang untuk wisata lokal dan US$ 100 (Rp 1,4 juta) untuk wisatawan asing masih berlangsung.

Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan alasan di balik naiknya tarif candi Borobudur itu. Menurut Luhut, selain dilakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara, juga untuk membatasi kuota turis yang berkunjung ke Candi Borobudur menjadi hanya 1.200 orang per hari.

Tapi apakah kebijakan kenaikan tarif itu bisa menjadi solusi untuk mengatasi persoalan konservasi Borobudur atau malah justru hal ini memicu untuk memunculkan persoalan lain yang lebih kompleks?

Menurut Taufan, berdasarkan Global Code Of Ethic For Tourism (GCET) yang dikeluarkan oleh UNWTO, seharusnya kebijakan tersebut harus membantu memaksimalkan manfaat sektor pariwisata, sambil meminimalkan potensi dampak negatifnya terhadap lingkungan, warisan budaya, dan masyarakat di seluruh dunia.

"Adapun prinsip-prinsip dasar dalam membuat kebijakan pariwisata seperti yang tercantum dalam GCET UNWTO tersebut adalah kebijakan yang dikeluarkan harus memenuhi unsur kebersamaan pemahaman terkait pariwisata berkelanjutan dengan memberikan perhatian bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian warisan budaya bagi generasi masa depan," ujar Taufan dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).

"Jadi dapat disimpulkan, bahwa kebijakan kenaikan tarif masuk di Borobudur dengan pro -kontra yang terjadi, perlu untuk dikaji ulang agar dapat memenuhi semua unsur GCET UNWTO sehingga memberikan kebermanfaatan bagi semua pihak," imbuhnya.

Tarif ini jika dibandingkan dengan tarif obyek wisata lainnya di dunia seperti misalnya Piramida Mesir hanya mematok harga US$ 25 - 72 US$ , Taj Mahal India US$ 21,34 - US$ 29,77, Menara Eiffel 36 Euro - 55 Euro, dan Patung Liberty US$ 29,5 - US$ 79 memang relatif lebih mahal, terlebih setelah membandingkan fasilitas yang diberikan oleh masing-masing destinasi kepada wisatawan yang berkunjung.

"Meski demikian, alasan kekhawatiran pemerintah untuk menjaga kelestarian candi Borobudur agar tetap bisa dinikmati oleh generasi masa depan dan tidak menjadi penyesalan di kemudian hari, dapat dipahami," pungkas Taufan.



Simak Video "Pro Kontra Tiket Naik Candi Borobudur Rp 750 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA