Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 18 Jun 2022 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Curhat Dokter Ortopedi 'Terusik' Dukun Tulang Labuan Bajo

Ardhi Suryadhi
detikTravel
(ki-ka): dr dr Amink Zuwanda Then dan Caroline Riady, Wakil Dirut Siloam Hospitals.
Foto: Ardhi Suryadhi/detikcom (ki-ka): dr dr Amink Zuwanda Then dan Caroline Riady, Wakil Dirut Siloam Hospitals.
Labuan Bajo -

Ada cerita lirih dari seorang dokter ortopedi yang praktek di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Yakni soal 'saingannya', bukan sesama dokter melainkan dukun tulang.

dr Amink Zuwanda Then M.Kes, Sp.OT, dokter ortopedi dari Siloam Hospitals Labuan Bajo, menuturkan masyarakat di kota indah Labuan Bajo masih harus terus diedukasi terkait kesehatan tulang dan apa yang bisa dilakukan oleh dokter ortopedi.

Sebabnya, selama ini, penduduk lokal Labuan Bajo masih banyak yang percaya dan bergantung dengan sepak terjang para dukun tulang. Namun masalahnya, banyak kasus penyakit tulang yang justru bertambah parah usai 'diobati' dukun tulang tersebut.

"Saingan banyak penanganan dukun tulang yang kita perbaiki. Di sini kontras dengan kota besar dimana penanganan banyak orang tua, tetapi di sini kita banyak infeksi, karena gizi jelek, perawatan gak bagus ketika ada luka sehingga tulangnya infeksi. Jadi ini tantangan kita," ujar dr Zuwanda di sela peresmian Siloam Hospitals Labuan Bajo International Medujar ical Center.

"Untuk percaya dokter tulang itu menantang, dari sosio ekonomi dan edukasi masih rendah, termasuk akses dari desa ke kota, bahkan ke Labuan Bajo saja susah karena terhadang dana," dia menambahkan.

Bagi dr Zuwanda, tahun ini menjadi tahun keempat praktek di Labuan Bajo. Kekayaan alam yang indah membuat dr Zuwanda dan keluarganya betah untuk menetap di kota yang berada di kabupaten Manggarai Barat, NTT ini.

Hanya saja, terkait profesinya, dr Zuwanda harus mengeluarkan perjuangan lebih untuk mengedukasi masyarakat lokal lantaran sudah turun-menurun percaya dengan daya magis dukun tulang.

dr Zuwanda bercerita, pernah ada satu kasus, ada pen yang baru dipasang oleh pasien minta dilepas atas permintaan dukun tulang.

Dimana pasien tersebut berusia 60 tahun yang mengalami patah tulang terbuka di tulang kering. Ketika pasien datang ke rumah sakit, ia sejatinya setuju dilakukan tindakan pencucian luka dan pemasangan pen luar/fiksasi eksternal.

Dua minggu setelahnya, lukanya pun kering dan jahitan diangkat. Namun, tanpa diduga, pasien meminta hal yang bikin emosi dokter tulang naik.

"Pasien minta dilepas pen luarnya karena dukun meminta sebagai syarat jika ingin ditangani oleh dukun. What???" dr Zuwanda menyampaikan kekesalannya.

Dokter yang kerap membagikan pengalamannya di sosial media tersebut lantas menjelaskan bahwa pen belum bisa dilepas karena dalam waktu dua minggu tulang belum tersambung. Tapi di sisi lain, pasien tetap mendesak bahwa keputusan melepas pen adalah hak dari pasien karena sangat ingin berobat ke sang dukun.

Dokter menjelaskan lagi bahwa tindakan melepas pen sebelum waktunya tidak sesuai dengan indikasi medis sehingga biaya operasi pelepasannya tidak ditanggung BPJS. Pasien dan keluarga tidak terima dengan penjelasan dokter dan menganggap dokter dan rumah sakit menagih uang dari pasien BPJS dan mengancam akan melaporkan hal ini ke wartawan lokal.

"Heboh deh rumah sakit, pakai acara mediasi segala dengan keluarga pasien. BPJS setempat mengkonfirmasi bahwa tindakan medis tanpa indikasi yang sesuai tidak ditanggung BPJS," kata dr Zuwanda.

Akhir drama, dua bulan kemudian pasien dan keluarga kembali ke poliklinik, seakan tidak ada masalah dan tidak juga minta maaf. Namun 'untungnya', pasien tetap memakai pen luar selama enam bulan sampai terjadi penyambungan tulang dan dilakukan pelepasan pen luar.

"Bisa dibayangkan seberapa berdosanya dokter jika setuju melepas pen pada patah tulang yang belum tersambung," kata dr Zuwanda.



Simak Video "Senangnya Seru-seruan Bermain Atv di Tepi Pantai Pangandaran"
[Gambas:Video 20detik]
(ash/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA