Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jun 2022 21:18 WIB

TRAVEL NEWS

Monyet Wendit Kerap Masuk Rumah Warga, Diduga Kurang Makan

Putu Intan
detikTravel
Monyet di Wendit
Monyet ekor panjang di Wendit. Foto: Putu Intan/detikcom
Malang -

Monyet-monyet di pemandian Wendit kabarnya kerap masuk ke permukiman warga di Desa Mangliawan. Disinyalir, kurangnya makanan membuat mereka datang ke sana.

Taman Wisata Air Wendit menjadi habitat monyet ekor panjang. Jika traveler berkunjung ke Wendit, akan dengan mudah melihat mereka wara-wiri meminta makanan dari pengunjung.

Pada Mei lalu, tersiar kabar monyet-monyet di Wendit memasuki rumah warga karena diduga kelaparan. Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangliawan, Teguh Priejatmono, S.Hut, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ini terjadi karena monyet kekurangan makanan.

"Iya lah (monyet masuk rumah warga). Kurang ransum dan tegakan hutannya semakin berkurang," kata Teguh kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (20/6/2022).

Teguh menjelaskan, monyet-monyet di Wendit sudah kesulitan mencari makan di habitat aslinya. Oleh sebab itu, mereka sangat bergantung dengan manusia. Dalam hal ini, Teguh mengatakan, pasokan makanan yang diberikan Wendit kurang sehingga perlu bantuan warga.

"Pakan alamnya cuma tinggal pucuk beringin. Mau cari kangkung, kangkung semakin jauh dari jangkauan," ujarnya.

"Solusinya dicarikan pohon yang lingkarnya di atas 30 sentimeter, jenis buah-buahan," tambahnya.

Untuk mencegah para monyet mengganggu warga, Teguh bersama masyarakat desa memberi makan pada monyet-monyet di Wendit.

"Kalau nggak ada repot, tiap Jumat pukul 13.00 kami selaku warga ada suguh wanara, kasih pakan buat monyet-monyet tersebut," kata dia.

Senada dengan Teguh, juru kunci Sendang Widodaren di Wendit bernama Mbah Sholeh juga mengatakan bahwa monyet-monyet itu kekurangan makanan. Menurut Mbah Sholeh, pada mulanya hanya ada 2 kelompok monyet di Wendit tetapi sekarang jumlahnya 4 dan mereka tak bisa hidup bersama.

"Monyet sekarang kan banyak tapi porsi makanannya cuma sedikit. Ibaratnya 4 kelompok cuma dikasih 2 piring, kan jelas ada yang makan, ada yang nggak makan. Kalau jadi satu (kelompok) akan berkelahi," ucapnya.

"Monyet makan itu sebagian dari pengunjung. Kalau pengunjungnya sepi otomatis makannya berkurang. Walaupun dari dinas pariwisata dikasih ya tetap kurang. Monyet tidak bisa berpikir, cuma makan-makan. Saya sebagai juru kunci melihat monyet itu kasihan. Semakin banyak tapi perhatian pemerintah kurang," paparnya.



Simak Video "Bikin Laper: Bakso Malang Campur Urat di Kalibata"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA