Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jun 2022 11:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kabar Bahagia untuk Urang Awak: Kembalinya Kereta Api Mak Itam

Syanti Mustika
detikTravel
Mak Itam
Mak Itam Foto: dok detikTravel
Sawahlunto -

Empat perusahaan BUMN akan mengoperasikan kembali jalur kereta api lintas Sawahlunto-Muaro Kalaban di Sumatra Barat yang sudah tidak beroperasi. Jalur sepanjang 4 km tersebut nantinya akan melayani Kereta Wisata yang akan ditarik oleh Lokomotif Uap E1060 atau lebih dikenal dengan sebutan Mak Itam.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Sponsorship. Adapun keempat BUMN yang berkolaborasi adalah PT Kereta Api Indonesia, PT Bio Farma, PT Pupuk Indonesia, dan PT Semen Indonesia.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilakukan oleh Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa, Direktur Hubungan Kelembagaan Bio Farma Sri Harsi Teteki, Direktur SDM, Tata Kelola dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan, dan Direktur Bisnis dan Pemasaran SIG Aulia Mulki Oemar disaksikan oleh Sekretaris Kemeterian BUMN Susyanto, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, dan Direktur Utama SIG Donny Arsal di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (23/6).

Kolaborasi 4 BUMN untuk Pengoperasian Kembali KA Sawahlunto - Muaro KalabanKolaborasi 4 BUMN untuk Pengoperasian Kembali KA Sawahlunto - Muaro Kalaban Foto: (dok KAI)

Pengoperasian kembali jalur dan kereta api wisata tersebut merupakan dorongan dari Kementerian BUMN sebagai salah satu upaya BUMN untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian Sumatra Barat di sektor pariwisata. Pengoperasian jalur ini juga merupakan program dari Pemerintah Kota Sawahlunto guna mendukung Situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia Baru UNESCO sejak 6 Juli 2019.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, KAI berkomitmen untuk memastikan pendanaan sponsorship yang diberikan akan dilaksanakan dengan accountable dan dengan Good Corporate Governance serta diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

"Pekerjaan pengoperasian kembali jalur ini akan memakan waktu 6 bulan. Jika kita mulai awal Juli, harapan kami berarti akhir Desember 2022 kita bisa wujudkan. Bahkan sekarang kami sudah inisiatif untuk pekerjaan Mak Itam, kita sudah ada progres 15%. Jadi harapan kami, pemulihan Mak Itam ini bisa lebih cepat. Sehingga Insyaallah paling lambat Januari 2023 kita bisa melakukan sesuatu di sini dalam rangka untuk pengoperasian KA lintas Sawahlunto-Muaro Kalaban," kata Didiek.

Melalui dukungan dari Bio Farma, Pupuk Indonesia, dan SIG, KAI akan melakukan perbaikan prasarana berupa perbaikan rel, jembatan, terowongan, serta prasarana pendukung lainnya. Saat ini, KAI sendiri sedang melakukan perbaikan Lokomotif Uap bergerigi seri E1060 atau Mak Itam buatan Jerman tahun 1965. Jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban ditargetkan dapat dioperasikan kembali pada Januari 2023.

Melalui kerjasama ini pula, masing-masing BUMN akan mendapatkan naming rights dan berbagai benefit komersial lainnya pada stasiun serta kereta yang nantinya akan dioperasikan. Hal ini merupakan salah satu bentuk bisnis baru KAI melalui lini Non Komersialisasi Aset.

Jalur Sawahlunto - Muaro Kalaban pertama kali dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Negara Sumatra Staats Spoorwegen (SSS) dan dioperasikan sejak 1894. Alasan utama pembangunan awal kereta api di Sumatra Barat adalah sebagai sarana pengangkutan batu bara di Ombilin, Sawahlunto.

Namun, akhir tahun 2000 produksi batu bara di Sawahlunto semakin berkurang dan secara otomatis aktivitas kereta api di jalur ini pun berhenti. Jalur tersebut sempat digunakan untuk perjalanan KA Wisata Mak Itam pada tahun 2009 dan berhenti total pada tahun 2014. Adapun Mak Itam kemudian dipajang di Museum Kereta Api Sawahlunto.



Simak Video "Urai Kepadatan di Stasiun Manggarai, 6 KLB Feeder Dikerahkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA