Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Jun 2022 13:57 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Kasbi, Sebutan Singkong di Raja Ampat

Hari Suroto
detikTravel
10 Resep Camilan Singkong yang Murah Meriah Buat Takjil
Foto: Ilustrasi singkong goreng (iStock/detikfood)
Jakarta -

Selain memiliki pesona bawah airnya yang indah, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat juga memiliki beragam kuliner unik. Apa itu?

Saat tinggal di homestay milik penduduk, traveler akan disajikan sarapan teh, kopi, pisang goreng, atau singkong goreng. Pada siang hari, traveler akan sajikan papeda, ikan kuah kuning dengan sayur tumisan kangkung bunga pepaya. Lezatnya.

Singkong di Raja Ampat disebut kasbi. Selain digoreng, singkong di Raja Ampat diproses untuk diambil patinya atau lebih dikenal dengan sagu kasbi. Sagu kasbi menjadi bahan dalam pembuatan papeda.

Sagu kasbi berwarna lebih putih daripada pati dari pohon sagu. Pati dari pohon sagu berwarna putih agak keruh dan kekuningan. Singkong (Manihot esculenta) bukanlah tanaman asli Indonesia, singkong pertama kali dibudidayakan oleh suku Maya di Yucatan, Meksiko.

Singkong sejenis tanaman umbi-umbian dari keluarga Euphorbiaceae, tanaman asli daerah tropis Amerika Latin. Singkong dibudidayakan untuk akar umbinya yang menghasilkan tepung singkong.

Dalam sejarahnya, tanaman singkong pertama kali diperkenalkan ke Kongo, Afrika oleh Portugis pada 1558.Portugis mengenalkan tanaman singkong ke Maluku pada abad ke-16, bibit tanaman singkong oleh Portugis dibawa dari Brasil. Selain Portugis, singkong juga diperkenalkan ke seluruh dunia oleh Spanyol.

Singkong sangat populer di Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, singkong dikenal dengan ubi kayu atau ketela pohon. Sementara bahasa Sunda menyebut singkong dengan sampeu dan bahasa Jawa menyebutnya pohung atau telo kaspe.

Telo kaspe merupakan perpaduan dua kata dari bahasa Spanyol dan Portugis. Telo bahasa Jawa atau ketela bahasa Melayu, kata ketela berasal dari bahasa Spanyol, dari kata 'castilla' dibaca kastilya, Castilla sendiri merupakan sebuah wilayah di Spanyol, orang Castilla turut serta dalam pelayaran ke kepulauan Maluku dan mengenalkan tanaman singkong.

Singkong dalam bahasa Sangihe disebut sebagai bungkahe, oleh masyarakat Gorontalo dan Tolitoli menyebutnya kasubi. Orang Buton menyebut singkong dengan kaopi.

Selain itu, orang Maluku dan Papua menyebut singkong dengan nama kasbi. Kaspe, kasubi, kasbi, bungkahe, dan kaopi berasal dari kata cassava yang berasal dari bahasa Portugis. Cassava bahasa Portugis juga diadopsi dalam bahasa Inggris menjadi cassava.



Simak Video "Cendrawasih, Cantiknya Bird Of Paradise Dengan Bulu-bulu yang Indah, Raja Ampat"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA