Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Jul 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Bhutan Akan Hapus Pajak Turis, tapi Tarik Uang Pembangunan

bonauli
detikTravel
Negara Bhutan
Bhutan (BBC Travel)
Thimpu -

Bhutan, negara kecil nan bahagia. Setelah pandemi melandai, Bhutan akan melonggarkan perbatasan untuk turis asing dengan syarat.

Dilansir dari Skift, Bhutan akan kembali membuka perbatasan untuk turis mulai 23 September 2022. Tak hanya membuka perbatasan, Bhutan akan menghapus syarat karantina.

Namun, tak hanya itu yang jadi sorotan. Sebelum pandemi, turis yang mau masuk ke Bhutan harus membayar biaya perjalanan harian minimum sebesar USD 65 atau sekitar Rp 970 ribuan.

Syarat itu dibuat karena Bhutan tak mau ada turis gembel yang masuk ke sana. Produk wisata ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1991.

Di masa setelah pandemi, Bhutan akan melakukan langkah besar dengan menghapus kebijakan ini. Wow!

Tapi jangan senang dulu. Karena, Bhutan mengenakan kebijakan baru, yaitu biaya pembangunan. Tiap turis yang datang akan dikenakan biaya pembangunan sebesar USD 200 USD atau sekitar Rp 2,9 juta per orang untuk per malamnya.

Biaya ini cukup fantastis. Karena artinya, turis harus membayar 300 persen dari biaya perjalanan sebelum pandemi.

Dari biaya tersebut, turis sudah akan mendapatkan akomodasi, makanan, layanan pemandu wisata, transportasi, biaya masuk tempat wisata, biaya perjalanan dan biaya pariwisata berkelanjutan. Semuanya sudah komplit di dalamnya.

Tak sampai di situ, biaya ini juga akan berbeda tergantung masa liburan. Saat musim liburan, harga pembangunan ini akan naik jadi USD 250 atau sekitar Rp 3,7 juta per orang per malam. Jika sedang musim sepi turis, harganya turun jadi USD 200 atau Rp 2,9 juta.

Operator wisata di Bhutan sendiri tak yakin dengan kebijakan ini. Karena biaya yang tinggi akan mengakibatkan kurangnya minat pada negeri tanpa jejak karbon tersebut.

"Sebelum pembukaan kembali diumumkan, kami telah menerima pemesanan dari tiga grup Eropa. Tetapi sekarang setelah kenaikan biaya, kami tidak terlalu yakin apakah grup ini akan tetap berjalan," kata operator tur.

Kebijakan ini akan berlaku untuk semua turis asing.

"Namun, kebijakan ini juga berarti bahwa orang-orang yang datang adalah mereka yang berkantong lebih dan bersedia untuk membelanjakan uangnya," ujar seorang pemilik hotel, setuju dengan kebijakan ini.



Simak Video "Longgarkan Aturan, Jepang Mulai Terima Turis Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA