Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Jul 2022 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Thailand yang 'Ngarepin' Turis China

Syanti Mustika
detikTravel
Asian girl walk in Wat phra kaew and grand palace travel in Bangkok city, Thailand
Foto: Getty Images/iStockphoto/NeoPhoto
Jakarta -

Thailand telah menghapus semua aturan masuk ke negaranya terkait Covid-19. Mereka pun sedang menata kembali wisatanya dan mengharapkan kehadiran turis China.

Adapun akbar terbaru dari Thailand, turis internasional tidak perlu lagi mendaftar online sebelum kedatangan. Masuk ke Thailand sekarang sudah sama seperti sebelum pandemi.

Walau pariwisata Thailand sudah mulai ramai, namun masih banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah menunggu turis China yang suka menghabiskan banyak uang.

"Kurang dari setengah bisnis pariwisata telah dibuka kembali, dan yang dibuka kembali tidak memiliki cukup pelanggan untuk beroperasi secara menguntungkan." kata Presiden Dewan Pariwisata Thailand Chamnan Srisawat, dilansir dari Bloomberg, Minggu (3/7/2022).

Thailand mengharapkan 9,3 juta pengunjung internasional tahun ini, dimana tahun 2022 mereka hanya mendapat 428.000 kunjungan. Jumlah ini masih jauh dari 40 juta pengunjung pada 2019. Kedatangan diperkirakan akan mencapai 24 juta atau 60% dari tingkat pra-pandemi, sejauh ini.

Berdasarkan data wisata Thailand, China adalah sumber turis terbesar mereka. Bahkan lebih seperempat kedatangan internasional di Thailand diisi oleh turis China. Pada tahun 2019, Thailand mendapatkan USD 17 miliar dari turis China.

"Wisatawan China adalah faktor kunci untuk pemulihan," kata Suksit Suvunditkul, presiden cabang selatan Asosiasi Hotel Thailand.

"Phuket sangat populer di kalangan pengunjung China. Mereka biasa mengisi setiap hotel, di mana saja, baik di tepi pantai atau di pusat kota, sepanjang tahun," dia menambahkan.

Ada alasan kenapa turis China ditunggu banyak negara, salah satunya mereka mau menghabiskan banyak uang untuk berbelanja. Tapi, Thailand harus bangkit kembali tanpa 'uang turis China yang besar itu' karena China masih memperketat kebijakan pandeminya.

Salah satu cara mereka adalah meningkatkan hunian hotel menjadi 50 persen (saat ini baru 30%).

"Dengan biaya yang dikeluarkan dan tidak ada pendapatan, kami harus menanggung kerugian besar. Staf yang pergi belum kembali ke sektor ini," kata Marisa Sukosol Nunbhakdi, Presiden Asosiasi Hotel Thailand.

Pada tahun 2022, turis yang paling banyak datang ke Thailand berasal dari India dan Malaysia. Posisi selanjutnya diramaikan oleh turis dari Inggris, Sigapura, dan Amerika Serikat.



Simak Video "Horor Kebakaran di Klub Malam Thailand, 13 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA