Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Bali Favorit Turis Rusia, 90% Warganya Tahu

Turis Rusia duduk di pantai di Phuket, Thailand pada 8 Maret 2022
Turis Rusia (Foto: CNN)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo ke Rusia pada pekan lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin pun memberikan kemungkinan pembukaan penerbangan langsung Rusia ke Pulau Bali.

Dijelaskan Menparekraf Sandiaga Uno bahwa 90% warga Rusia tahu akan Bali. Dia siap menindaklanjuti hasil kunjungan Jokowi itu.

"Bali sendiri merupakan destinasi favorit bagi turis Rusia. Hampir 90% masyarakat Rusia mengenal Bali dan menempatkan Bali sebagai tujuan wisata utama mereka," kata dia dalam temu wartawan mingguan, Senin (4/7/2022).

"Hal tersebut dikarenakan wisatawan Rusia tertarik dan penasaran dengan aktivitas pantai," dia menambahkan.

Disebutkan bahwa warga Rusia tinggal di kawasan landlock, dengan bagian utara terlalu dingin dan bagian selatan terlalu jauh. Selain itu, untuk preferensi berlibur wisatawan Rusia, mereka memilih perjalanan dengan fasilitas luxury bersama keluarga.

"Turis asal Rusia sebelum Pandemi Covid-19 berada di peringkat empat kunjungan terbanyak ke Pulau Dewata. Dengan jumlah 300 ribu hingga 400 ribu turis per tahun," ujar Sandiaga.

"Selama Pandemi Covid-19, mulai 1 Januari hingga 31 Mei 2022, wisatawan Rusia masuk di 10 besar kunjungan terbanyak ke Bali. Jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Bali mulai dari tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2022 baru 3.600 orang," dia menambahkan.

Menurut UNWTO Barometer, Invasi Rusia terhadap Ukraina sangat mempengaruhi performansi pergerakan wisatawan global khususnya di kawasan Eropa.

Salah satu dampak terbesar adalah kenaikan avtur yang sangat berpengaruh pada kenaikan tiket penerbangan di seluruh dunia. Namun kenaikan ini tidak berpengaruh pada Russia.

"Rusia dan Ukraina berkontribusi sebesar 3% terhadap global spending pada pariwisata global di tahun 2022," terang Sandiaga.

Penerbangan langsung Moskow-Denpasar

Kemenparekraf dikatakan berusaha memanfaatkan momentum itu untuk menarik kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia. Karena, banyak penerbangan Rusia di-banned, khususnya Eropa bahkan negara kompetitor.

"Kami akan berusaha mendorong percepatan pembukaan penerbangan langsung Moskow-Denpasar. Terkait dengan penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara bahwa memang sudah ada rencana dari beberapa maskapai Rusia, salah satunya Rossiya Airlines," dia menjelaskan.

"Maskapai Rossiya Airlines berencana untuk membuka kembali penerbangan langsung ke Indonesia dengan rute Moskow-Denpasar yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19," kata Sandiaga.

Rossiya Airlines pertama kali mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 28 Oktober 2018 dengan frekuensi 3 kali seminggu. Penerbangan ini berhasil mendorong peningkatan kunjungan wisman Rusia mencapai lebih dari 20% di tahun 2019.

"Untuk perkembangannya, saat ini pihak maskapai sedang terus mempersiapkan dan memproses baik secara administrasi maupun teknis dalam memenuhi persyaratan dan prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku baik di Indonesia maupun Rusia," ujar Sandiaga.

"Terlebih lagi, saat ini Russia masih mendapat sanksi politis, salah satunya berupa larangan beroperasi bagi maskapai penerbangan Rusia di beberapa negara di dunia. Oleh sebab itu, apabila pemerintah Indonesia menyetujui proposal Rossiya Airlines untuk mendarat kembali di Denpasar, maka pemerintah diminta membuat semacam guarantee letter untuk memastikan mereka aman saat mendarat di wilayah Indonesia," kata dia.

Dalam hal ini, Kemenparekraf terus berkomunikasi secara intens untuk memantau perkembangan rencana tersebut dengan berbagai stakeholders seperti VITO Rusia, KBRI Moskow, perusahaan maskapai Rusia, wholesellers di Rusia.

"Kami juga telah berkomunikasi dengan Dubes Rusia di Indonesia untuk turut serta membantu dalam kemudahan proses sesuai dengan tugas dan wewenang Kemenparekraf," kata dia.

Untuk meningkatkan belanja wisatawan Rusia, Kemenparekraf telah berupaya mendorong industry pariwisata khususnya TATO yang memiliki market share di originasi untuk membuat dan menawarkan multi destinations di Indonesia.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan length of stay wisatawan Rusia yang berimplikasi pula pada pengeluaran yang semakin besar, menawarkan destinasi yang antimainstream yang menekankan pada gaining unique experience dan otentik atau tidak bisa ditemukan di tempat lain," kata dia.



Simak Video "Menparekraf Buka Suara Soal Aksi Bule Telanjang di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA