Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jul 2022 20:33 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Bahas Pemulihan Bersama DPR, Desa Wisata Jadi Amunisi

Kemenparekraf
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Kemenparekraf membahas upaya pemulihan sektornya dengan DPR RI komisi X. Desa wisata dan kampung tematik jadi amunisinya.

Untuk itu, pengembangan desa wisata menjadi concern tersendiri termasuk salah satunya melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) sebagai upaya mendongkrak performa desa wisata di tanah air.

Pada 2022 misalnya, sudah ada 3.416 desa wisata yang mendaftar dari 34 provinsi untuk mengikuti ADWI. Penyelenggaraan ADWI 2022 berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk mengembangkan potensi desa wisata seperti BCA, BNI hingga ASTRA.

"Desa wisata yang masuk dalam 50 besar ADWI 2022 terbukti memiliki daya tarik wisata yang variatif, dari mulai wisata religi, ekowisata, bahari, budaya, agrowisata, dan lainnya," ujar Sandiaga.


Sementara itu, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menanggapi rekomendasi panja terkait wisata kampung tematik dan wisata tematik yang dinilai belum mempunyai dasar hukum perundang-undangan yang kuat.

Padahal wisata kampung tematik dan wisata tematik memerlukan regulasi sebagai dasar penganggaran pada APBN termasuk pedoman pelaksanaan terkait entitas, tema, kriteria, jalur pengembangan, indikator yang lebih terukur, konsistensi dan berkelanjutannya untuk mendukung pendanaan, pengelolaan, dan arah pengembangannya.

Ia kemudian menekankan bahwa Desa Wisata sudah masuk dalam arah kebijakan pembangunan desa terpadu dalam RPJMN 2020-2024 untuk menunjang percepatan pembangunan desa secara terpadu serta mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa.

Selain itu, Angela menanggapi rekomendasi dari panja terkait program pendampingan di desa wisata dengan bekerja sama atau berkolaborasi bersama lembaga pendidikan dan stakeholder lainnya.

"Kami telah bekerja sama dengan 16 komunitas/asosiasi dan 20 perguruan tinggi dalam upaya mempersiapkan SDM desa wisata melalui pendekatan live-in dan coaching, untuk meningkatkan awareness, wawasan, dan skill serta mendorong transformasi masyarakat agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada wisatawan sesuai tren perilaku wisatawan dan kebiasaan baru di masa pandemi saat ini, terutama dalam penerapan CHSE (clean, health, safety, and environment) dan pemanfaatan teknologi digital," ujar Angela.



Simak Video "Indonesia Ajukan Diri Jadi Dewan Eksekutif Organisasi Pariwisata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA