Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 23:11 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Swedia Umumkan Bangkrut!

Syanti Mustika
detikTravel
FILE PHOTO: A Scandanavian Airlines, known as SAS, Airbus A320-200 aeroplane takes off from the airport in Palma de Mallorca, Spain, July 29, 2018. REUTERS/Paul Hanna/File Photo
Maskapai SAS menyatakan bangkrut (Foto: Reuters)
Washington -

Meski pembatasan perjalanan sudah dicabut, sepertinya dunia penerbangan belum dalam kondisi yang baik. Salah satu maskapai yang biasa hilir mudik di Eropa mengumumkan bangkrut.

Dirangkum detikcom, Rabu (6/7/2022) pada hari Selasa, Scandinavian Airlines (SAS) mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat. SAS berharap keputusan ini akan membantu mereka mencapai kesepakatan dengan para pemangku kepentingan, merestrukturisasi utang perusahaan, dan menerima sejumlah besar modal untuk bertahan di pasar.

SAS juga berencana menyelesaikan semua proses dalam waktu 9-12 bulan. Hal ini mereka lakukan setelah 1.000 pilot mogok terbang dan tidak mencapai kesepakatan dengan serikat pilot. Akibatnya 75% penerbangan SAS telah dibatalkan pada hari Selasa.

Akibat pemogokan tersebut, SAS mengatakan pihaknya mengantisipasi pembatalan setengah dari semua penerbangan yang berdampak pada sekitar 30.000 penumpang per hari. Maskapai pun juga berusaha membantu penumpang yang penerbangannya dibatalkan dengan resiko perubahan jadwal yang cukup jauh.

Pilot SAS di Denmark, Swedia dan Norwegia berhenti bekerja pada hari Senin dengan alasan gaji dan kondisi kerja yang tidak memadai. Mereka juga menyatakan ketidakpuasan dengan keputusan maskapai untuk mempekerjakan pilot baru untuk mengisi lowongan di maskapai anak perusahaannya, SAS Link dan SAS Connect, daripada mempekerjakan kembali mantan pilot yang diberhentikan karena pandemi.

Saat ini, kondisi penerbangan di Amerika dan Eropa sangat riuh karena banyaknya penerbangan yang dibatalkan. Ribuan penerbangan dibatalkan karena maskapai banyak kekurangan staf di saat lonjakan permintaan perjalanan udara sangat tinggi.

Salah satu maskapai yang mengakuinya adalah American Airlines. Maskapai kewalahan karena mereka kekurangan staf, terutama pilot.

"Kami telah mencatat bahwa kami memiliki 100 pesawat regional di darat yang ingin kami terbangkan tetapi tidak bisa karena kurangnya pilot regional," kata juru bicara American Airlines Brian Metham.

"Seperti banyak operator jaringan, American telah mengurangi penerbangan regional kami dalam beberapa bulan terakhir sebagai tanggapan atas kekurangan pilot regional," ujarnya.



Simak Video "Drake Bantah Rumor Ditangkap Polisi Swedia"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA