Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 18:42 WIB

TRAVEL NEWS

Viral 5 Rombongan Wisatawan Jadi Korban Pemalakan di Banyuwangi

Ardian Fanani
detikTravel
pantai di banyuwangi
Pantai di Banyuwangi. (Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Sosial media kembali ramai oleh dugaan pemalakan. Kali ini keluhan tersebut datang dari Banyuwangi.

Pada Minggu (3/7/2022), seorang warga Jember bernama Isma Irmawati mengungkapkan kekecewaannya melalui sosial media. Ia mengeluhkan pengalaman tidak mengenakan yang dialaminya saat mengunjungi salah satu pantai di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Ia menceritakan bahwa Ia dan rombongan naik bus menuju salah satu pantai di desa tersebut. Dalam perjalanan, ada pria yang mengawal bis menggunakan sepeda motor untuk masuk ke salah satu destinasi wisata di pantai Bangsring.

"Assalamualaikum saya dari Jember 3 Juli 2022 kemarin saya rombongan 1 bus ke wisata Pantai Bangsring. Ini pertama kali saya ke sana jadi tidak paham aturannya. Setelah masuk jalan ke wisata ada bapak naik motor ngawal bus rombongan saya ke arah parkir. Di situ ketua rombongan kami bayar parkir Rp 30 ribu," tulisnya di sosial media Facebook (dengan ejaan yang sudah disesuaikan).

Tak berhenti di situ, Isma juga menceritakan bahwa ada rombongan wisatawan lain yang terlibat cekcok dengan oknum pengawal bus. Wisatawan tersebut menolak membayar biaya tambahan sebesar Rp 150.000 yang diminta pengawal bus.

"Barengan saya ada bus wisata juga yang cekcok sama si pengawal itu dan kejamnya, busnya sampai dicorat-coret gara-gara setelah pulang nggak mau bayar biaya uang ke tukang pengawal sebesar (Rp) 150 ribu," tulis Isma di Facebook.

Rombongan Isma juga menjadi salah satu korban pemalakan sebesar Rp 150.000 ini. Pemalak mengatakan bahwa biaya tersebut merupakan ongkos pengawalan.

"Rombongan saya juga dipajak Rp 150.000 dengan nada meminta paksa," kata Isma.

Tagihan yang cukup besar ini mengagetkan Isma dan para wisatawan domestik lainnya. Mereka keberatan karena mereka sudah membayar tiket untuk masuk ke area wisata di pantai tersebut.

Selain itu, tidak ada kejelasan aturan mengenai biaya di area wisata tersebut. Sehingga hal ini sangat membingungkan.

Dalam berita lanjutan, Isma menyebutkan bahwa tidak hanya rombongannya dan rombongan sebelumnya yang mengalami hal ini. Setidaknya ada 4 bus lain yang menjadi korban pemalakan.

"Tidak hanya rombongan saya. Ada 4 bus lagi pada saat itu selesai berwisata harus bayar Rp 150 ribu," kata Isma.

Banyak yang merasa miris dengan kejadian ini. Sangat disayangkan bahwa destinasi wisata pantai yang indah harus ternodai oleh perilaku oknum-oknum yang sembarangan memalak wisatawan.

"Kok gitu ya, wisatanya bagus. Tapi pulang dengan rasa kecewa dengan punglinya yang gak jelas," ujar Isma.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca di sini.



Simak Video "Melepas Lelah Dengan Terapi Pijat di Sulawesi Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA