Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Hubungan Harmonis Antara Pohon Beringin dan Burung di Hutan

Hari Suroto
detikTravel
Pohon Beringin di Pura Dalem dan Pura Prajapati Desa  Adat Kelaci Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, yang dipanjat bule pada Sabtu (11/6/2022).
Foto: Ilustrasi pohon beringin di Bali (Chairul Amri Simabur/detikBali)
Jakarta -

Pohon beringin adalah contoh yang sangat baik dari jalinan ketergantungan yang begitu khas dari kehidupan burung-burung di hutan hujan tropis. Simak kisahnya!

Pohon beringin berperan penting dalam jaring ekologi karena beberapa fitur khusus. Pohonnya besar dan menghasilkan tanaman yang subur, dengan beberapa spesies menghasilkan lebih dari satu juta buah beringin

Buah ini matang dengan cepat, dan serempak, sehingga menyediakan banyak makanan yang kaya glukosa, mudah dicerna yang juga tinggi kalsium bagi hewan-hewan yang hidup di hutan.

Burung sering berkumpul bersama untuk mencari buah pohon beringin yang jauh. Dengan cara ini, mereka dapat menjangkau area yang luas dalam perburuan makanan mereka.

Mencari makan sebagai sebuah kelompok meningkatkan peluang mereka untuk menemukan pohon yang masih sarat dengan buah. Burung beo dan merpati pemakan buah, bergerak dengan cara ini.

Masing-masing memainkan peran penting dalam penyebaran benih. Saling ketergantungan antara tumbuhan dan hewan serta rapuhnya ekosistem juga terlihat dalam proses penyerbukan.

Selain burung, spesies lebah biasanya merupakan satu-satunya penyerbuk dari spesies beringin tertentu. Ketergantungan total ini juga terjadi secara terbalik, karena lebah tidak menyerbuki spesies tanaman lain.

Pohon beringin sangat bergantung pada tumbuhan dan hewan untuk kelangsungan hidupnya. Seekor burung atau kelelawar dapat memakan buahnya. Jika kotoran itu mengandung benih subur yang jatuh ke percabangan pohon, benih itu akan tumbuh.

Mereka dengan cepat mengirim akar udara ke permukaan tanah dan ini perlahan-lahan membangun ukuran dan kekuatan saat daun mendorong ke atas menuju matahari. Akhirnya, akar menyelubungi pohon inang yang ada, membuatnya tampak seolah-olah sedang dicekik.

Pada kenyataannya, tanaman inang biasanya mati karena kekurangan cahaya daripada karena pencekikan langsung oleh pohon beringin pencekik (Ficus annulata). Kematian inang menciptakan bahan organik yang kaya dan membusuk, dan meninggalkan lubang melingkar di tengah pohon beringin yang sekarang kuat dan kokoh.

Mungkin butuh 100 tahun atau lebih bagi tanaman inang untuk mati. Pohon beringin tidak hanya melilit pada inang pohon lain, kadang juga dijumpai melilit pada bangunan.

Hal ini terlihat di Kuil Ta Prohm yang berada di kawasan Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja. Angkor Wat merupakan kota air kuno pada 802 Masehi. Pohon beringin di Angkor Wat juga berfungsi sebagai penyimpan air alami.


----

Artikel ini ditulis Hari Suroto, Peneliti Arkeologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Artikel sudah disunting oleh redaksi.



Simak Video "Pohon Tumbang Tutup Sebagian Jalan Margaguna Jaksel, 1 Mobil Tertimpa"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA